Keberadaan jembatan darurat di Empat Lawang menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga konektivitas wilayah.
BACA JUGA: Pemerintah Kucurkan Insentif Rp2 Juta per Orang Bagi Guru di Lokasi Bencana Sumatera
Jalur-jalur vital yang menghubungkan desa, kecamatan, hingga akses logistik kini memiliki sistem cadangan apabila infrastruktur utama terganggu akibat bencana.
“Begitu ada perintah, langsung kita siapkan jembatan bailey dan dilakukan pemasangan. Ini untuk memastikan akses masyarakat tetap terjaga,” jelas Affandi.
Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), kesiapan infrastruktur semakin diperkuat.
Affandi menyebut, hampir seluruh proyek jalan bersifat kontraktual telah rampung, dengan tingkat kemantapan jalan provinsi mencapai sekitar 90 persen.
Setiap UPTD telah memetakan ruas jalan prioritas yang berpotensi terganggu bencana, khususnya di daerah pegunungan seperti Empat Lawang.
Pemerintah berharap langkah preventif ini mampu menekan risiko terputusnya akses ekonomi dan sosial masyarakat.
Meski berharap jembatan darurat tidak perlu digunakan, pemerintah tetap menempatkannya sebagai “tameng terakhir” menghadapi situasi tak terduga.
“Kami tidak berharap jembatan bailey ini dipakai, karena kalau digunakan berarti ada bencana. Namun karena bencana tidak bisa diprediksi, kesiapan tetap harus dilakukan,” tutup Affandi. (*/red)







