Jembatan Darurat Disiapkan, Empat Lawang Siaga! Sumsel Bentengi Jalur Rawan Longsor Jelang Nataru

oleh -109 Dilihat
Sumsel siagakan jembatan darurat dan alat berat di Empat Lawang demi antisipasi longsor dan gangguan jalan vital jelang Natal dan Tahun Baru. (*/IST)

Ringkasan Berita:

° Pemprov Sumsel meningkatkan kesiapsiagaan bencana di Empat Lawang dengan menyiagakan alat berat dan jembatan bailey.

° Langkah ini untuk menjaga akses vital tetap terbuka, terutama menghadapi musim hujan dan lonjakan mobilitas jelang Natal dan Tahun Baru.


PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memperketat kesiapsiagaan infrastruktur di wilayah rawan bencana, salah satunya Kabupaten Empat Lawang, yang dikenal memiliki medan ekstrem dan potensi longsor tinggi, khususnya saat musim hujan.

Kepala Dinas PU Bina Marga Sumsel, Affandi, menegaskan bahwa seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) telah dibekali alat berat serta sistem pemantauan rutin agar dapat merespons cepat ketika terjadi gangguan akses jalan.

“Kami tetap melakukan pantauan, terutama di daerah rawan bencana. Alat berat sudah disiapkan di setiap UPTD agar bisa bergerak cepat jika terjadi longsor,” ujar Affandi di Palembang, kemarin.

Tidak hanya alat berat, Pemprov Sumsel juga menyiapkan jembatan bailey sebagai solusi darurat.

Saat ini, provinsi memiliki empat unit jembatan bailey, dengan dua di antaranya sudah terpasang, masing-masing di Kabupaten Empat Lawang dan Kota Prabumulih.

Keberadaan jembatan darurat di Empat Lawang menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga konektivitas wilayah.

BACA JUGA: Pemerintah Kucurkan Insentif Rp2 Juta per Orang Bagi Guru di Lokasi Bencana Sumatera 

Jalur-jalur vital yang menghubungkan desa, kecamatan, hingga akses logistik kini memiliki sistem cadangan apabila infrastruktur utama terganggu akibat bencana.

“Begitu ada perintah, langsung kita siapkan jembatan bailey dan dilakukan pemasangan. Ini untuk memastikan akses masyarakat tetap terjaga,” jelas Affandi.

Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), kesiapan infrastruktur semakin diperkuat.

Affandi menyebut, hampir seluruh proyek jalan bersifat kontraktual telah rampung, dengan tingkat kemantapan jalan provinsi mencapai sekitar 90 persen.

Setiap UPTD telah memetakan ruas jalan prioritas yang berpotensi terganggu bencana, khususnya di daerah pegunungan seperti Empat Lawang.

Pemerintah berharap langkah preventif ini mampu menekan risiko terputusnya akses ekonomi dan sosial masyarakat.

BACA JUGA: Dari Tambur hingga Tari Piring! Cara Unik IKM Tebing Tinggi Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera

Meski berharap jembatan darurat tidak perlu digunakan, pemerintah tetap menempatkannya sebagai “tameng terakhir” menghadapi situasi tak terduga.

“Kami tidak berharap jembatan bailey ini dipakai, karena kalau digunakan berarti ada bencana. Namun karena bencana tidak bisa diprediksi, kesiapan tetap harus dilakukan,” tutup Affandi. (*/red)