Dua jembatan mangkrak di Pagar Alam kembali diperjuangkan. Pemkot berharap dukungan Provinsi Sumsel agar proyek vital ini segera dilanjutkan. Foto: Istimewa
° Dua jembatan mangkrak hampir satu dekade di jalur Lingkar Timur Pagar Alam kembali disorot.
° Wali Kota Ludi Oliansyah mengajak Komisi IV DPRD Sumsel meninjau langsung proyek terbengkalai itu dan mendorong kelanjutan pembangunan demi mengurai kemacetan serta mendukung ekonomi dan pariwisata daerah.
PAGARALAM, LINTANGPOS.com – Hampir satu dekade berlalu, dua jembatan strategis di Kota Pagar Alam masih berdiri tanpa fungsi.
Jembatan Tebat Gheban dan Jembatan Ayek Betung, yang mulai dibangun sejak 2016, hingga kini belum juga tersambung sebagai jalur penghubung vital di Lingkar Timur kota tersebut.
Kondisi inilah yang mendorong Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, mengajak Ketua dan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan meninjau langsung lokasi dua jembatan mangkrak tersebut.
Kunjungan lapangan ini diharapkan tidak sekadar simbolis, tetapi menjadi titik awal kebangkitan proyek infrastruktur yang lama terhenti.
Ludi Oliansyah secara terbuka menyampaikan bahwa sejak 2022 status jalan dan jembatan di Lingkar Timur telah diserahkan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
BACA JUGA: Motor Hilang di Pagaralam, Jejak Pelaku Berakhir di Empat Lawang
Langkah itu diambil bukan tanpa alasan. Keterbatasan APBD Kota Pagar Alam membuat kelanjutan proyek yang menelan biaya puluhan miliar rupiah sulit diwujudkan secara mandiri.
“Bangunan ini sudah mangkrak hampir sepuluh tahun. Karena keterbatasan anggaran daerah, kami berharap pembangunan dapat dilanjutkan oleh Pemerintah Provinsi,” ujar Ludi saat peninjauan.
Keberadaan Lingkar Timur sejatinya dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kepadatan lalu lintas di pusat Kota Pagar Alam.
Saat ini, kendaraan bertonase besar masih harus melintasi kawasan perkotaan, memicu kemacetan dan menurunkan kenyamanan warga.
Jika dua jembatan tersebut rampung, arus kendaraan berat dapat dialihkan sepenuhnya ke jalur lingkar.
BACA JUGA: Dua Perempuan Muda Diciduk Polisi di Pasar Nendagung Pagaralam
Dampaknya bukan hanya pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat dan efisiensi distribusi barang.
Pagar Alam dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sumatera Selatan. Infrastruktur yang memadai menjadi kunci agar potensi tersebut terus berkembang.
Page: 1 2
Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Tebing Tinggi, Empat Lawang, Minggu siang. Warga menyambut gembira…
ORADO Empat Lawang mengirim 14 atlet ke Open Tournament Domino Piala Panglima TNI di Lahat.…
Sumatera Selatan menjadi ikon Kriyanusa 2026 di JICC Jakarta. Herman Deru hadir menyaksikan produk dan…
Herman Deru mendorong pemuda Sumsel mengubah mindset dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja melalui…
Film Lobang Buaya karya Hanung Bramantyo mengandalkan misteri pembunuhan dan plot twist, dengan latar fiksi…
Nama Sabina Guseynova kembali dicari setelah Guruh Soekarnoputra meninggal. Keduanya menikah pada 2002 dan berpisah…