Meski tidak terjun langsung ke dunia politik praktis, kepedulian almarhum terhadap dinamika politik dan pembangunan daerah sangat besar.
BACA JUGA: Halim Ali Wafat, Kasus Korupsi Resmi Gugur
“Beliau memang bukan politisi, tetapi hampir di semua partai beliau memberikan bantuan dan dukungan. Itu menunjukkan kepedulian beliau yang tulus terhadap bangsa dan daerah,” ungkap Joncik.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kontribusi Kemas Haji Abdul Halim Ali melampaui sekat-sekat politik.
Bagi Joncik, sikap almarhum tersebut mencerminkan ketulusan dalam berbuat, tanpa mengharapkan imbalan atau pengakuan.
Joncik juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan keluarga almarhum.
Hubungan itu, menurutnya, telah terjalin lama dan penuh rasa kekeluargaan.
Secara khusus, ia menyebut kedekatannya dengan H Umar Halim, salah satu anggota keluarga yang selama ini aktif meneruskan nilai-nilai kebaikan sang tokoh.
BACA JUGA: Bupati Empat Lawang Turut Gaungkan Indonesia Bersinar di Lahat
“Saya sangat dekat dengan keluarga almarhum, terutama H Umar Halim. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan perjuangan serta kebaikan almarhum dapat diteruskan oleh anak-anaknya,” kata Joncik.
Bagi Joncik, kehadirannya dalam prosesi pemakaman juga merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai pemimpin daerah.
Ia menilai, menghormati tokoh-tokoh yang telah berjasa merupakan bagian dari menjaga nilai dan sejarah daerah.
Ia berharap, generasi muda Sumatera Selatan dapat meneladani semangat pengabdian Kemas Haji Abdul Halim Ali, terutama dalam hal kepedulian sosial dan keagamaan.
Menurut Joncik, nilai-nilai tersebut semakin penting di tengah tantangan zaman yang terus berubah.
Prosesi pemakaman berlangsung haru, dihadiri tokoh masyarakat, ulama, serta warga dari berbagai daerah.
Doa-doa mengalir sebagai penghormatan terakhir bagi almarhum yang semasa hidupnya dikenal rendah hati dan dermawan.







