Ia berharap, generasi muda Sumatera Selatan dapat meneladani semangat pengabdian Kemas Haji Abdul Halim Ali, terutama dalam hal kepedulian sosial dan keagamaan.
Menurut Joncik, nilai-nilai tersebut semakin penting di tengah tantangan zaman yang terus berubah.
Prosesi pemakaman berlangsung haru, dihadiri tokoh masyarakat, ulama, serta warga dari berbagai daerah.
Doa-doa mengalir sebagai penghormatan terakhir bagi almarhum yang semasa hidupnya dikenal rendah hati dan dermawan.
Kepergian Kemas Haji Abdul Halim Ali meninggalkan jejak mendalam bagi banyak pihak.
Bagi Joncik Muhammad, almarhum bukan hanya tokoh masyarakat, tetapi juga sosok panutan yang telah menunjukkan arti pengabdian tanpa pamrih.
“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal kebaikan beliau dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” tutup Joncik. (*/red)







