Pernyataan tersebut disampaikan Joncik sebagai kabar yang diharapkan memberikan angin segar bagi para guru dan tenaga kesehatan di Empat Lawang.
PGRI Diminta Solid
Dalam kesempatan tersebut, Joncik juga meminta kepengurusan PGRI yang baru dilantik menjaga soliditas organisasi.
BACA JUGA: Didaulat Jadi Ketua PGRI Empat Lawang Periode Kedua, Ini Kata Joncik Muhammad
Menurutnya, PGRI harus menjadi wadah perjuangan guru sekaligus ruang untuk meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat posisi guru dalam menyampaikan aspirasi kepada pembuat kebijakan.
Ia mengingatkan agar persoalan internal organisasi tidak berkembang menjadi perpecahan.
“PGRI ini harus dijadikan sebuah wadah berkumpul, sebuah wadah untuk betul-betul memberikan yang terbaik untuk daerah kita,” katanya.
Joncik mengibaratkan kekuatan organisasi seperti sapu lidi. Menurutnya, lidi yang disatukan akan lebih kuat dibandingkan ketika berdiri sendiri-sendiri.
BACA JUGA: PGRI Empat Lawang Gelar Konferensi XXIII, Wabup Arifai Tekankan Prioritas Pendidikan
Ia juga meminta seluruh pengurus PGRI menjalankan organisasi sesuai konstitusi dan tidak mencari hasil melalui jalan pintas.
Guru Disebut Lokomotif Perubahan
Joncik menilai guru memiliki posisi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Ia menyebut pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun daerah dan bangsa.
BACA JUGA: Jalan Cor Putus 50 Meter! Anak Sekolah Terpaksa Putar Arah, Saat Banjir Naik Perahu
Karena itu, menurutnya, guru bukan hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membentuk kualitas generasi mendatang.
“Baik buruk bangsa dan negara ini ada di tangan kita para guru yang tercinta,” ujarnya.
Joncik juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah menjalankan tugas pendidikan serta pengurus PGRI yang terus memperjuangkan kepentingan organisasi.
Ia meminta pengurus PGRI tingkat kabupaten, kecamatan maupun cabang khusus di SMA dan SMK memperkuat kolaborasi.
Menurutnya, organisasi yang solid diperlukan agar PGRI dapat menjalankan perannya dalam memperjuangkan kepentingan guru sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan di Empat Lawang. (*/red)







