Kajari Kepahiang Pamit, Warisan Prestasi dan PR Menanti Pengganti

oleh -193 Dilihat
oleh
Asvera Primadona resmi pamit dari Kepahiang menuju Prabumulih. Warisan prestasi penegakan hukum dan sederet PR besar kini menanti Kajari baru. Foto: (*/IST)

Ringkasan Berita:

° Kajari Kepahiang Asvera Primadona pamit menjalankan tugas baru di Prabumulih.

° Selama 1 tahun 4 bulan memimpin, ia meninggalkan catatan prestasi gemilang, dari pengungkapan korupsi Rp37 miliar hingga lonjakan kinerja seluruh seksi kejaksaan.


KEPAHIANG, LINTANGPOS.com Sebuah bab penting dalam perjalanan Kejaksaan Negeri Kepahiang resmi berakhir.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepahiang, Asvera Primadona, SH, MH, pamit dari Bumi Sehasen setelah dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kajari Prabumulih, Sumatera Selatan.

Pergantian jabatan ini tertuang dalam surat telegram Jaksa Agung melalui Jaksa Muda Bidang Pembinaan Nomor KEP-IV-1734/C/12/2025 tertanggal 24 Desember 2025.

Posisi Asvera di Kepahiang akan digantikan oleh Bagus Nur Jakfar Adi Saputro, sebelumnya Kajari Belitung.

Meski hanya 1 tahun 4 bulan memimpin, Asvera meninggalkan kesan mendalam, baik secara personal maupun institusional.

“Kepahiang ini kehidupannya slow living, kekeluargaan ada. Banyak kesan selama saya di sini,” ujar Asvera.

BACA JUGA: Longsor Tinggal 15 Cm, Ratusan KK di Kepahiang Terancam Terisolasi

Kepahiang, Kecil Anggaran Besar Harapan

Di tengah keterbatasan anggaran, Asvera menaruh perhatian besar pada perbaikan tata kelola penegakan hukum serta penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini tergolong kecil.

“Kepahiang ini PAD-nya kecil. Tapi kalau dikelola dengan baik, anggaran minimalis pun bisa memberi hasil maksimal. Masih bisa tumbuh,” pesannya.

Ia menegaskan, masih banyak PR besar yang belum tuntas dan berharap Kajari pengganti dapat melanjutkan perjuangan tersebut demi kepentingan masyarakat.

Prestasi Gemilang: Bongkar Korupsi Rp37 Miliar

Salah satu capaian monumental Asvera adalah pengungkapan kasus korupsi Sekretariat DPRD Kepahiang.

BACA JUGA: Terbongkar! Ada Oknum Pengusaha dan Pejabat Kepahiang Tak Bayar Pajak

Dalam kasus ini, penyidik menetapkan 10 tersangka mulai dari pimpinan, anggota dewan, sekretaris hingga bendahara.

Dari total kerugian negara ±Rp37 miliar, Kejari Kepahiang berhasil menyelamatkan keuangan negara Rp4.852.767.051.

Rekam Jejak Kinerja Kejari Kepahiang 2025

Kinerja Kejari Kepahiang sepanjang 2025 mencatat lonjakan di hampir seluruh lini:

Seksi Intelijen

  • Target 8 kegiatan → 17 capaian
  • Pengawasan aliran kepercayaan: target 5 → 9 pengawasan

BACA JUGA: Doa Bersama Tutup HUT Kepahiang, Pesan Bupati Menggetarkan Hati

Seksi Pidana Umum (Pidum)

  • Pra penuntutan: target 147 → 151 perkara
  • Penuntutan: target 100 → 109 perkara
  • Eksekusi: target 96 → 104 eksekusi
  • 4 Restorative Justice

Seksi Datun

  • Pelayanan hukum gratis: target 12 → 55 layanan
  • Pertimbangan hukum: target 20 → 89
  • MoU: target 20 → 25
  • Pemulihan keuangan negara: Rp253.216.498

Seksi Pidsus

  • Penyelidikan: target 3 → 100% tuntas
  • Penyidikan: target 3 → 12 perkara
  • Penuntutan: target 3 → 13 perkara
  • Upaya hukum & eksekusi: 100%

BACA JUGA: Ketua DPRD Kepahiang Turun Langsung, Ribuan Pohon Ditanam Serentak

Pemulihan Aset & Barang Bukti

Seluruh program mencapai 100% realisasi, mulai dari pemusnahan, lelang barang rampasan, hingga pengelolaan barang bukti.

Warisan yang Tak Mudah Dilupakan

Di tengah kesederhanaan Kabupaten Kepahiang, Asvera meninggalkan warisan besar: keberanian, integritas, dan konsistensi penegakan hukum.
Kini tongkat estafet berpindah tangan, membawa harapan baru bagi masyarakat Kepahiang.

“Banyak PR yang belum selesai. Akan saya sampaikan kepada Kajari yang baru,” tutup Asvera. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search