Kaleidoskop ekonomi Sumsel 2025 mencatat pertumbuhan stabil, investasi melonjak, infrastruktur masif, dan tantangan besar menuju 2026 yang lebih berkelanjutan. (*/ils)
PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Tahun 2025 menjadi bab penting bagi perekonomian Sumatera Selatan.
Di tengah gejolak global dan tekanan eksternal, daerah ini justru tampil solid, stabil, dan penuh kejutan.
Data resmi BPS memperlihatkan Sumsel bukan sekadar bertahan, melainkan melaju lebih cepat dari ekspektasi banyak pihak.
Pada kuartal I 2025, ekonomi Sumsel tumbuh 5,22 persen secara tahunan. Sektor listrik dan gas, serta ekspor, menjadi motor utama awal tahun.
Laju ini menunjukkan ketahanan struktur ekonomi daerah ketika banyak wilayah lain masih berjibaku menata pemulihan.
Momentum menguat di kuartal II. Pertumbuhan mencapai 5,42 persen, tertinggi dalam empat tahun terakhir, bahkan melampaui pertumbuhan nasional.
BACA JUGA: Dari Bencana hingga Prestasi, Sumsel Melangkah Penuh Dinamika
Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa Sumsel bukan lagi sekadar pengikut, melainkan mulai berperan sebagai penggerak ekonomi kawasan.
Memasuki kuartal III, laju ekonomi tetap terjaga di level 5,20 persen.
Sektor akomodasi, makanan dan minuman, serta ekspor barang dan jasa kembali memberi kontribusi besar.
Aktivitas masyarakat meningkat, mobilitas pulih, dan belanja domestik kembali bergairah.
Secara kumulatif, tiga kuartal ini membentuk tren pertumbuhan yang konsisten.
Bukan hanya angka yang tumbuh, tetapi struktur ekonomi ikut bertransformasi.
Konsolidasi sektor produksi dan permintaan membangun fondasi yang lebih kuat bagi Sumsel menghadapi tahun-tahun berikutnya.
Sektor industri dan manufaktur muncul sebagai tulang punggung baru.
Industri pengolahan, khususnya kertas dan turunannya, menyerap investasi signifikan.
Dampaknya terasa langsung: lapangan kerja bertambah, kapasitas produksi meningkat, dan rantai pasok lokal makin hidup.
Di sisi lain, sektor tambang dan energi tetap memainkan peran sentral dalam pembentukan PDRB.
Nilai tambah komoditas menjadi bantalan kuat ekonomi daerah. Namun kini Sumsel mulai menyeimbangkan ketergantungan tersebut dengan mengembangkan sektor non-komoditas yang lebih modern.
BACA JUGA: Jembatan Darurat Disiapkan, Empat Lawang Siaga! Sumsel Bentengi Jalur Rawan Longsor Jelang Nataru
Pariwisata domestik juga menunjukkan sinyal cerah. Lonjakan pertumbuhan di sektor akomodasi dan kuliner mencerminkan meningkatnya pergerakan warga dan wisata akhir pekan.
Page: 1 2
Aroma asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)…
Wagub Sumsel Cik Ujang menyoroti dampak kabut asap terhadap PKL dan UMKM serta mendorong strategi…
Warga Desa Sarang Bulan, Empat Lawang, mengeluhkan bantuan beras 30 kg yang disebut hanya diterima…
Sebanyak 19 anggota Pramuka Empat Lawang menerima penghargaan Pancawarsa 2026 atas dedikasi dan kontribusi dalam…
Sebanyak 16 dokter internship ditempatkan di Empat Lawang. Sekda Fauzan Khoiri Denin menekankan pentingnya sikap…
Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin meminta operasional travel dikaji menyusul kecelakaan maut yang menewaskan…