Kasus Sopir Truk Tewas Ditikam di Palembang, Komunitas Lampung Ancam ‘Operasi Sarung Hitam’ Jika Pelaku Tak Tertangkap!

oleh -244 Dilihat
oleh
Pembunuhan sopir truk Al Kodirin di Palembang memicu desakan ke aparat. Komunitas sopir Lampung siap membantu jika keamanan tak kunjung membaik. (*/IST)

Ringkasan Berita:

° Kasus pemalakan yang menewaskan sopir truk Al Kodirin di Palembang memicu keresahan.

° Ketua LTC, Aden Kusuma, mendesak semua pelaku segera ditangkap.

° Dua terduga sudah diamankan, dua buron. Komunitas sopir siap turun melakukan “operasi sarung hitam” jika pengamanan tak membaik.


PALEMBANG, LINTANGPOS.com Kasus pemalakan yang berujung penikaman hingga menewaskan sopir truk bernama Al Kodirin (44), warga Lampung, masih menyita perhatian publik, terutama para pengemudi angkutan barang dari luar daerah.

Peristiwa tragis yang terjadi di Simpang Macan Lindungan, Palembang, pada Senin (24/11/2024) malam ini memicu gelombang kekhawatiran sekaligus desakan agar para pelaku segera ditangkap.

Ketua Lampung Truck Community (LTC), Aden Kusuma Wijaya, menegaskan bahwa pihaknya berharap seluruh pelaku penusukan terhadap Al Kodirin dapat segera diringkus.

Ia menyebut keresahan sopir truk dari luar Palembang kini makin meningkat karena kasus ini bukan yang pertama terjadi.

“Kami ingin memastikan penanganan kasus ini betul-betul tuntas. Semua pelaku harus ditangkap,” ujar Aden.

Hingga kini, pihak kepolisian dikabarkan telah mengamankan dua dari empat terduga pelaku, sementara dua lainnya masih dalam pengejaran.

BACA JUGA: Sopir Truk Tewas Dipalak, 2 Pelaku Ditangkap di Bawah Jembatan Musi 6 — Kapolrestabes: Kami Kejar Sampai Dapat!

Aden menambahkan, Al Kodirin merupakan anggota aktif LTC yang menjabat sebagai koridor wilayah Jember.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi komunitas sopir Lampung.

Lebih jauh, Aden menegaskan bahwa komunitas sopir siap turun tangan membantu aparat apabila upaya pencegahan tidak membuahkan hasil.

“Kalau situasi makin sering terjadi dan tidak ada penindakan, kami bersama komunitas di Palembang siap lakukan operasi senyap ‘sarung hitam’ dengan melakukan sweeping,” tegasnya.

Menurut Aden, aksi pemalakan masih marak terjadi karena lemahnya pengawasan di titik rawan.

Para pelaku disebut memanfaatkan situasi minimnya kehadiran aparat.

BACA JUGA: Sopir Lampung Tewas Ditikam Pemalak, Satpol PP Akui Tak Ada Patroli di Lokasi Saat Kejadian

“Kalau ada pos polisi yang dijaga, mungkin kejadian seperti ini bisa dicegah,” katanya.

Ia berharap wilayah Palembang dapat menjadi area aman bagi para sopir yang melintas, bebas dari aksi premanisme dan ancaman pemalakan.

Sebagai penutup, Aden mengimbau para sopir agar tidak takut membuat laporan resmi ke polisi apabila mengalami tindak kriminal di jalan. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.