Para bandar berlisensi menilai langkah ini bisa menekan margin keuntungan, namun di sisi lain, pemerintah menekankan transparansi serta penerimaan negara sebagai prioritas.
“Dengan tarif baru, pemerintah berharap setiap rubel yang dihasilkan bisa diawasi dan dikontribusikan secara adil,” ujar seorang pejabat fiskal Rusia.
RAPBN 2026–2028 saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama parlemen, dan kemungkinan besar akan mengalami penyesuaian sebelum disahkan menjadi APBN. (*/red)





