Categories: Kasus Lubuk Linggau

Kemungkinan Ada Dua Calon Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di PMI Lubuk Linggau


Ringkasan Isi Berita:
° Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuk Linggau memastikan penyidikan kasus dugaan korupsi biaya pengganti pengelolaan darah di PMI Lubuk Linggau tahun 2023–2024 masih terus berlanjut.

° Hingga kini, pihak Kejari masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara dari BPKP Sumatera Selatan (Sumsel), meski sudah dua kali mengirim surat permohonan resmi sejak April dan Agustus 2025.


Lubuk Linggau, LintangPos.com – Penanganan kasus dugaan korupsi biaya pengganti pengelolaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Lubuk Linggau tahun 2023–2024 masih terus berproses.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuk Linggau menegaskan belum ada penghentian dalam penyelidikan kasus tersebut.

Kajari Lubuk Linggau, Suwarno, melalui Kasi Intel, Armein Ramdhani, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumatera Selatan terkait penghitungan kerugian negara.

“Kita sudah kembali bersurat dan berkoordinasi ke BPKP Sumsel. Namun, hingga kini kami masih menunggu balasan terkait hasil penghitungan kerugian negara, karena sampai saat ini belum ada jawaban,” ujar Armein, Senin (13/10/2025).

Armein menjelaskan, pihaknya sudah dua kali melayangkan surat permohonan resmi ke BPKP Sumsel untuk meminta hasil perhitungan kerugian negara.

Permohonan pertama dikirim pada April 2025, dan surat kedua dikirim pada 26 Agustus 2025 sebagai tindak lanjut dari surat sebelumnya.

BACA JUGA: Dua Petinggi PMI OKU Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Rp308 Juta

“Surat kedua itu isinya permintaan perkembangan penghitungan atau tindak lanjut dari surat kita sebelumnya. Namun, hingga saat ini belum ada balasan dari BPKP Sumsel,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kejari Lubuk Linggau akan kembali melayangkan surat ketiga sekaligus menugaskan tim untuk datang langsung ke BPKP Sumsel agar mendapatkan kejelasan.

“Langkah ke depan, kita akan bersurat lagi dan tim juga akan ke sana untuk menanyakan hal tersebut secara langsung,” tegas Armein.

Menurut Armein, lambatnya proses penghitungan kerugian negara sempat terhambat oleh adanya pergantian Ketua Koordinator di BPKP Sumsel. Hal ini membuat proses penghitungan sempat tertunda.

Page: 1 2

Lintang Pos

Share
Tags: Armein Ramdhani BPKP Sumsel dugaan korupsi darah kasus dugaan korupsi PMI Lubuk Linggau 2023–2024 kasus korupsi 2025 Kejari Lubuk Linggau Kejari Lubuk Linggau tunggu hasil BPKP kemungkinan dua tersangka kasus korupsi darah korupsi PMI Lubuk Linggau penghitungan kerugian negara proses penghitungan kerugian negara oleh BPKP Sumsel Suwarno Kajari
Topik: Korupsi

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Enam Daerah Irigasi Empat Lawang Direhabilitasi, Anggaran Rp42 Miliar

Enam daerah irigasi di Empat Lawang akan direhabilitasi melalui program Kementerian PU dengan total anggaran…

11 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Kasus
  • Sumsel

Polsek Muara Pinang Amankan Pria, Diduga Edarkan 1 Kg Ganja

Polsek Muara Pinang mengamankan pria berinisial Z (39) dalam kasus dugaan peredaran ganja sekitar 1…

1 hari ago
  • Berita

Informasi Penerimaan CPNS 2026 Empat Lawang, Berikut Penjelasan Sekda!

Penerimaan CPNS 2026 Empat Lawang masih menunggu formasi KemenPAN-RB. Sekda Fauzan Khoiri Denin menyebut seleksi…

3 hari ago
  • Berita

Sekda Empat Lawang Lantik 27 Pejabat, ASN Diminta Siap Hadapi Persaingan Terbuka

Pemkab Empat Lawang melantik 27 pejabat. Sekda Fauzan Khoiri mengingatkan ASN meningkatkan kompetensi menghadapi persaingan…

3 hari ago
  • Berita

53 Pelajar Empat Lawang Ikuti Latihan Kepemimpinan Siswa Angkatan IX

Sebanyak 53 pelajar Empat Lawang mengikuti LKS Angkatan IX 2026 untuk membentuk karakter, disiplin, integritas,…

3 hari ago
  • Berita

Jumat Menyehatkan, Sekda Empat Lawang Ajak ASN Sehat Jasmani dan Rohani

Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin menggelar Jumat Menyehatkan melalui olahraga bersama, seni, dakwah, dan…

4 hari ago