Menurut Pasal 58 dalam Regulasi Disiplin Federasi Sepak Bola Portugal, klub yang tidak hadir tanpa alasan dalam dua laga berturut-turut akan otomatis didiskualifikasi, dijatuhi denda €600, dan diturunkan satu divisi lagi.
Dengan kondisi tersebut, ancaman “kematian klub” semakin nyata.
Boavista kini bukan hanya menghadapi potensi kebangkrutan, tetapi juga risiko kehilangan eksistensi di dunia sepak bola profesional Portugal.
Kabar ini memukul keras para penggemar setia “Panteras Negras”, julukan Boavista, yang pernah menyaksikan tim kesayangan mereka berjaya di level Eropa awal tahun 2000-an.
Kini, mereka hanya bisa berharap keajaiban terjadi agar klub kebanggaan Porto itu tidak benar-benar hilang dari peta sepak bola. (*/red)
Page: 1 2
Salah seorang warga, Leki, mengatakan gagal panen terjadi di sejumlah kawasan persawahan atau ladangan di…
Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…
Ketua DMI Empat Lawang Dodi Irawan menegaskan masjid harus menjadi pusat peradaban, pendidikan dan pemberdayaan…
Ketua DMI Sumsel menegaskan DMI Empat Lawang harus menyatu dengan pemerintah dan aktif menguatkan agenda…
Kepengurusan baru DMI Empat Lawang resmi dilantik. Bupati Joncik berharap organisasi kembali aktif dan mampu…
Artikel ilmiah Deah Monica mengulas implementasi kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap permukiman di sekitar…