Menurut Pasal 58 dalam Regulasi Disiplin Federasi Sepak Bola Portugal, klub yang tidak hadir tanpa alasan dalam dua laga berturut-turut akan otomatis didiskualifikasi, dijatuhi denda €600, dan diturunkan satu divisi lagi.
Dengan kondisi tersebut, ancaman “kematian klub” semakin nyata.
Boavista kini bukan hanya menghadapi potensi kebangkrutan, tetapi juga risiko kehilangan eksistensi di dunia sepak bola profesional Portugal.
Kabar ini memukul keras para penggemar setia “Panteras Negras”, julukan Boavista, yang pernah menyaksikan tim kesayangan mereka berjaya di level Eropa awal tahun 2000-an.
Kini, mereka hanya bisa berharap keajaiban terjadi agar klub kebanggaan Porto itu tidak benar-benar hilang dari peta sepak bola. (*/red)
Page: 1 2
Kebakaran lahan terjadi di Tebing Alay, Empat Lawang. BPBD mengerahkan enam personel untuk memadamkan api…
Delapan pekerja proyek Sekolah Rakyat Empat Lawang dipulangkan setelah mengadukan upah. Pihak Waskita membantah ada…
Petani mengeluhkan irigasi rusak yang membuat air tak sampai ke hilir selama bertahun-tahun dan meminta…
Proyek Sekolah Rakyat Empat Lawang senilai sekitar Rp300 miliar disorot setelah sejumlah pekerja mengeluhkan pembayaran…
Bupati Empat Lawang mengecek Sekolah Rakyat dan memastikan persiapan MPLS 7 September 2026 mencapai 90…
Kajari Empat Lawang Yuli Andri menjelaskan perbedaan Hari Lahir Kejaksaan 2 September dan Hari Bhakti…