Kasus korupsi APAR di Empat Lawang kembali menyeret tersangka baru, BA, oknum koordinator tenaga ahli desa, Jum'at (26/9/2025). Foto: jie/LintangPos.com
Empat Lawang, LintangPos.com – Kasus dugaan korupsi pengadaan alat pemadam api ringan (APAR) di Kabupaten Empat Lawang kembali menemukan babak baru.
Kali ini, seorang oknum koordinator tenaga ahli pemberdayaan masyarakat desa berinisial BA resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Empat Lawang, Jumat (26/9/2025).
Setelah menjalani pemeriksaan intensif, BA langsung digiring menuju Rutan Klas I Pakjo Palembang untuk menjalani penahanan.
Kepala Kejari Empat Lawang, Retno Setyowati SH, dalam konferensi pers bersama Kasi Pidsus Hendra, menjelaskan bahwa BA tidak bergerak sendiri.
Ia disebut memiliki peran penting bersama tersangka sebelumnya, AP, dalam menyelewengkan dana desa yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan prioritas masyarakat.
“Dana desa yang semestinya dipakai untuk pembangunan dan kegiatan prioritas, justru diarahkan ke pengadaan APAR tanpa melalui musyawarah desa. Bahkan, sebagian barang yang dibeli ditemukan dalam kondisi rusak,” tegas Retno.
BACA JUGA: Vonis 4 Tahun Penjara untuk Eks Pejabat BPBD OKU dalam Kasus Korupsi Honor Relawan
Menurut Kejari, modus operandi yang dilakukan BA dan AP terbilang sistematis.
Mereka memasukkan program pengadaan APAR ke dalam APDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) melalui pendamping kecamatan dan desa.
Alhasil, para kepala desa merasa terpaksa melaksanakan kegiatan tersebut, meskipun masyarakat sebenarnya tidak membutuhkan pengadaan APAR tersebut.
Kasus ini pun menyoroti praktik manipulasi kebijakan desa, di mana pendamping dan tenaga ahli yang seharusnya menjadi fasilitator pembangunan justru diduga menjadi aktor utama dalam praktik korupsi.
BACA JUGA: Kejati Lampung Jerat 3 Petinggi PT LEB, Kasus Korupsi Rp 271 Miliar
Sebelumnya, pada 26 Juni 2025, Kejari Empat Lawang telah lebih dulu menetapkan AP, seorang tenaga ahli DPRD Empat Lawang, sebagai tersangka.
Dengan masuknya nama BA, jumlah tersangka dalam kasus ini bertambah menjadi dua orang.
Page: 1 2
Pemkab dan DPRD Empat Lawang menyepakati Perubahan APBD 2026 dengan pendapatan Rp1,137 triliun dan belanja…
Banggar DPRD Empat Lawang memangkas belanja Rp67,29 miliar dalam APBD Perubahan 2026 setelah proyeksi dana…
Rapat Paripurna DPRD Empat Lawang diskor karena dokumen laporan Banggar dan Pansus belum rampung. Sidang…
Polres Empat Lawang mengungkap kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian di Desa Canggu. Terduga pelaku JS…
Polres Empat Lawang memperkuat pencegahan Karhutla melalui Makmano Karhutla dengan menyambangi warga dan mengedukasi larangan…
Polsek Talang Padang mendorong warga Desa Canggu memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif untuk memperkuat…