“Silakan kawan-kawan media mengawal sidang selanjutnya sambil mengulik siapa sebenarnya pihak eksekutif yang punya andil besar,” ujar Takdir, Selasa (25/11/2025).
Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya aktor utama di balik skandal suap tersebut,
Takdir tidak menampik. Ia menyebut banyak unsur eksekutif yang dalam persidangan berulang kali disebut terlibat dalam aliran uang suap.
Takdir bahkan memberikan sinyal yang lebih tajam: kasus ini bisa berlanjut ke jilid berikutnya.
“Kemungkinan akan ada jilid selanjutnya. Apalagi muncul dua kubu besar: dari kubu Bupati terpilih dan kubu lawan, yang sama-sama disebut memiliki andil,” tegasnya.
Awal Mula Skandal Rp3,7 Miliar
Kasus korupsi ini bermula dari dugaan pemberian uang suap sebesar Rp3,7 miliar kepada sejumlah anggota DPRD OKU.
Uang tersebut diduga sebagai imbalan untuk melancarkan pengesahan Rancangan APBD 2025 yang sebelumnya deadlock akibat konflik internal dewan.








