KPK mengembangkan kasus suap Pokir DPRD OKU, menahan tersangka baru, dan mengungkap potensi aktor utama dari unsur eksekutif dalam skandal Rp3,7 miliar. Foto: Istimewa
° Skandal suap Pokir DPRD OKU terus melebar.
° Setelah empat terdakwa disidang, KPK kini menahan empat tersangka baru dan memberi sinyal adanya aktor besar dari unsur eksekutif.
° Fakta persidangan mengarah pada kemungkinan munculnya jilid baru dalam kasus suap Rp3,7 miliar tersebut.
PALEMBANG, LINTANGPOS.com — Skandal korupsi suap pokok pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tampaknya jauh dari kata selesai.
Meski empat terdakwa tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi sinyal kuat bahwa perkara ini masih panjang dan berpotensi membesar.
Perkembangan terbaru menunjukkan kasus yang menjerat Nopriansyah Cs justru makin melebar.
KPK resmi menahan empat tersangka baru: Wakil Ketua DPRD OKU Parwanto, anggota DPRD Robbi Vertigo, serta dua pihak swasta, Anang Toha dan Mendra.
Berkas perkara mereka disebut hampir rampung dan segera dilimpahkan ke pengadilan.
Ketua tim Jaksa Penuntut Umum KPK, M. Takdir Suhan SH MH, seusai sidang pembelaan Nopriansyah Cs, menegaskan bahwa pengembangan perkara sangat terbuka.
BACA JUGA: Sidang Suap Pokir OKU Memanas, Jaksa KPK Sindir ‘Pemeran Utama’ yang Masih Misterius!
Menurutnya, tim sedang menyusun sekaligus mencocokkan potongan fakta dari berbagai kesaksian yang muncul dalam persidangan.
“Silakan kawan-kawan media mengawal sidang selanjutnya sambil mengulik siapa sebenarnya pihak eksekutif yang punya andil besar,” ujar Takdir, Selasa (25/11/2025).
Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya aktor utama di balik skandal suap tersebut,
Takdir tidak menampik. Ia menyebut banyak unsur eksekutif yang dalam persidangan berulang kali disebut terlibat dalam aliran uang suap.
Takdir bahkan memberikan sinyal yang lebih tajam: kasus ini bisa berlanjut ke jilid berikutnya.
“Kemungkinan akan ada jilid selanjutnya. Apalagi muncul dua kubu besar: dari kubu Bupati terpilih dan kubu lawan, yang sama-sama disebut memiliki andil,” tegasnya.
Kasus korupsi ini bermula dari dugaan pemberian uang suap sebesar Rp3,7 miliar kepada sejumlah anggota DPRD OKU.
Page: 1 2
Oknum Kades di Musi Rawas ditangkap di Deli Serdang setelah kabur terkait dugaan pemerasan dan…
Lansia berinisial AS ditemukan meninggal di siring Desa Pagar Gunung, Kepahiang. Polisi masih menyelidiki penyebab…
Salah seorang warga, Leki, mengatakan gagal panen terjadi di sejumlah kawasan persawahan atau ladangan di…
Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…
Ketua DMI Empat Lawang Dodi Irawan menegaskan masjid harus menjadi pusat peradaban, pendidikan dan pemberdayaan…
Ketua DMI Sumsel menegaskan DMI Empat Lawang harus menyatu dengan pemerintah dan aktif menguatkan agenda…