Ringkasan Berita
Universitas Sriwijaya (Unsri) membuka 9.585 kuota mahasiswa baru tahun 2026 melalui SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri. Kuota naik 4,7 persen, disertai peringatan sanksi tegas bagi peserta yang lulus namun tidak daftar ulang.
PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali membuka peluang besar bagi calon mahasiswa baru pada tahun akademik 2026.
Kampus kebanggaan Sumatera Selatan ini menyiapkan 9.585 kursi mahasiswa baru, meningkat 4,7 persen dibandingkan tahun 2025 yang hanya berjumlah 9.154 mahasiswa.
Kenaikan kuota ini menjadi angin segar bagi para pelajar yang bercita-cita menembus perguruan tinggi negeri (PTN).
Wakil Rektor I Unsri, Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr, menyebut peningkatan kuota dilakukan secara terukur, seiring bertambahnya fasilitas kampus dan jumlah dosen.
“Kuota tahun 2026 ini 9.585 mahasiswa atau naik sekitar 4,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Prof. Rujito saat diwawancarai di Gedung KPA Unsri Bukit, Sabtu (24/1/2026).
Menurutnya, pada tahun sebelumnya terdapat sekitar 4,7 persen mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang, sehingga kursi yang tersedia tidak termanfaatkan secara maksimal.
Hal ini menjadi salah satu dasar penyesuaian kuota tahun ini.
Rincian Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru Unsri 2026
Pada prinsipnya, sistem penerimaan mahasiswa baru Unsri masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Terdapat empat jalur seleksi, namun secara umum dikenal tiga jalur utama, yaitu:
1. SNBP (Seleksi Nasional Berbasis Prestasi): 2.312 mahasiswa
2. SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes): 3.501 mahasiswa
BACA JUGA: Biaya Kuliah IPB 2026 Bikin Kaget, Murah atau Mahal?
3. Seleksi Mandiri Unsri: 3.772 mahasiswa
Sementara itu, jalur ADIK (Afirmasi Pendidikan Tinggi) tetap dibuka secara khusus bagi siswa dari daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), Papua, serta anak Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Karena sifatnya afirmatif, jalur ADIK tidak selalu disebut terpisah dalam kuota utama.
“Secara nasional dikenal tiga jalur utama, yakni SNBP, SNBT, dan Mandiri. ADIK sifatnya khusus,” jelas Rujito.
Seleksi Mandiri Konsorsium BKS-PTN Barat
Selain Seleksi Mandiri internal, Unsri juga akan kembali membuka Seleksi Mandiri Konsorsium BKS-PTN Barat 2026.
BACA JUGA: Intip Biaya Kuliah Universitas Brawijaya 2026, Kedokteran Tembus Rp24 Juta!
Pada tahun 2025 lalu, seleksi ini diikuti oleh 28 PTN favorit di wilayah barat Indonesia.
Untuk tahun 2026, jumlah kampus yang tergabung masih dalam tahap finalisasi.
Namun, jalur ini dinilai menjadi alternatif strategis bagi calon mahasiswa yang belum berhasil melalui seleksi nasional.
“Biasanya seleksi mandiri dilaksanakan pada Juni atau Juli,” kata Rujito.
Jadwal Lengkap SNBP dan SNBT 2026
Agar tidak kehilangan kesempatan, calon peserta diimbau mencermati jadwal resmi SNPMB.
BACA JUGA: 6 Jurusan Kuliah 2026 Ini Paling Dicari, Masa Depan Terjamin!
Seluruh tahapan seleksi dibuka dan ditutup setiap hari pukul 15.00 WIB.
Berikut jadwal penting SNBP dan SNBT 2026:
- Jadwal SNBP 2026
- Registrasi akun SNPMB sekolah: 5–26 Januari 2026
- Pengisian PDSS oleh sekolah: 5 Januari–2 Februari 2026
- Registrasi akun SNPMB siswa: 12 Januari–18 Februari 2026
- Pendaftaran SNBP: 3–18 Februari 2026
- Pengumuman hasil SNBP: 31 Maret 2026
Jadwal SNBT 2026
- Registrasi akun SNPMB siswa: 12 Januari–7 April 2026
- Pendaftaran UTBK–SNBT: 25 Maret–7 April 2026
- Pembayaran biaya UTBK: 25 Maret–8 April 2026
- Pelaksanaan UTBK: 21–30 April 2026
- Pengumuman hasil SNBT: 25 Mei 2026
- Unduh sertifikat UTBK: 2 Juni–31 Juli 2026
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi SNPMB di https://portal.snpmb.id.
BACA JUGA: Mahasiswi Asal Rejang Lebong Hilang Misterius di Bengkulu
Sanksi Tegas: Lulus SNBP Tapi Tak Daftar Ulang
Unsri menegaskan akan memberlakukan sanksi berat bagi peserta yang sudah dinyatakan lulus SNBP namun tidak melakukan daftar ulang.
Peserta tersebut akan diblokir selama tiga tahun dan tidak diperbolehkan mendaftar kembali melalui jalur SNBT maupun Seleksi Mandiri.
“Peserta yang sudah lulus tetapi tidak daftar ulang, maka tidak bisa ikut UTBK SNBT maupun Seleksi Mandiri. Mereka akan diblokir selama tiga tahun,” tegas Rujito.
Peserta yang terkena sanksi ini hanya bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi swasta.
Sekolah Asal Juga Terancam Penalti
BACA JUGA: Cuma Dua! Kampus Psikologi RI Tembus Ranking Dunia 2026
Tak hanya peserta, Unsri juga akan melakukan evaluasi terhadap sekolah asal.
Jika dalam satu sekolah terdapat banyak siswa yang lulus SNBP namun tidak melakukan daftar ulang, maka sekolah tersebut berpotensi dikenai penalti berupa pengurangan kuota di tahun berikutnya.
“Sayang kursi sudah diberikan, tapi akhirnya tidak dimanfaatkan,” ujarnya.
Unsri Tegas Soal Kecurangan dan UKT
Unsri memastikan akan menindak tegas segala bentuk kecurangan, termasuk manipulasi nilai dan pemalsuan dokumen.
Jika terbukti, kelulusan peserta dapat dibatalkan, meskipun sudah dinyatakan lolos seleksi.
BACA JUGA: Anggaran Kurang, Sekolah Gratis Mandek di Tengah Dana MBG Jumbo
Terkait biaya pendidikan, Rujito menegaskan tidak ada kenaikan UKT. Biaya UKT masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, mulai dari Rp 500 ribu, termasuk untuk fakultas favorit seperti FKIP.
Pesan Penting untuk Calon Mahasiswa
Di akhir pernyataannya, pihak Unsri kembali mengingatkan calon mahasiswa agar disiplin memperhatikan jadwal dan mengunggah data sesuai fakta.
“Kalau sudah melewati batas waktu pendaftaran, kami tidak bisa membantu,” tegasnya.
Dengan kuota yang meningkat, jadwal yang ketat, dan sanksi yang jelas, penerimaan mahasiswa baru Unsri 2026 diharapkan berjalan lebih tertib, adil, dan tepat sasaran—memberi kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda Indonesia untuk mengenyam pendidikan tinggi. (*/red)





