Lapangan Bola Terancam Hilang, Ratusan Warga Trimoharjo Datangi Balai Desa, Ini Titik Temu yang Akhirnya Disepakati!

oleh -231 Dilihat
oleh
Penolakan warga Trimoharjo terhadap pembangunan koperasi desa berujung kesepakatan. Lapangan bola tetap dipertahankan lewat skema tukar guling lahan desa, Senin (22/12/2025). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

° Ratusan warga Desa Trimoharjo, OKU Timur, menolak pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di lapangan sepak bola desa.

° Meski mendukung program koperasi, warga khawatir kehilangan satu-satunya fasilitas olahraga.

° Musyawarah desa akhirnya menghasilkan solusi tukar guling lahan.


OKU TIMUR, LINTANGPOS.com – Ratusan warga Desa Trimoharjo, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, mendatangi Kantor Desa pada Senin (22/12/2025).

Kedatangan mereka bukan tanpa alasan. Warga menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang berlokasi di lapangan sepak bola desa.

Lapangan tersebut selama ini menjadi denyut nadi aktivitas sosial dan olahraga masyarakat.

Anak-anak bermain, pemuda berlatih, hingga warga berkumpul dalam berbagai kegiatan desa. Kekhawatiran akan hilangnya satu-satunya fasilitas olahraga itu memicu aksi spontan warga.

Meski demikian, penolakan warga bukanlah bentuk penentangan terhadap program pemerintah.

Justru sebaliknya, masyarakat menyatakan dukungan penuh terhadap pendirian Koperasi Desa Merah Putih sebagai upaya mendorong perekonomian lokal.

BACA JUGA: Bangun Subuh Demi Rapor Anak, Aksi Bupati OKU Timur Ini Bikin Orang Tua Tersentuh

Namun, mereka menilai lokasi pembangunan perlu ditinjau ulang.

Jaenal, salah satu warga, menegaskan bahwa aspirasi masyarakat murni demi menjaga fasilitas umum yang telah digunakan bertahun-tahun.

“Kami mendukung koperasi desa karena untuk kepentingan masyarakat. Tapi kalau dibangun di lapangan bola, kami keberatan. Itu satu-satunya tempat olahraga warga,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Pemerintah Desa Trimoharjo menggelar musyawarah bersama warga.

Kepala Desa Trimoharjo, Muharso, didampingi anggota DPRD OKU Timur, Andi Saiban, menyampaikan bahwa telah dicapai kesepakatan bersama.

Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih tetap dilanjutkan, namun pemerintah desa memastikan lapangan sepak bola tidak akan hilang.

BACA JUGA: Tiga Perwira Dirotasi! Langkah Berani Polres OKU Timur Dinilai Kerek Kualitas Pelayanan Publik

Solusi yang disepakati adalah skema tukar guling lahan.

Bagian lapangan yang terdampak pembangunan akan diganti dengan penambahan lahan di sisi lapangan yang merupakan milik warga, kemudian ditukar dengan tanah desa.

Mediasi tersebut turut dihadiri unsur TNI-Polri, perangkat desa, anggota DPRD, serta perwakilan masyarakat.

Kesepakatan ini diharapkan menjadi jalan tengah agar pembangunan ekonomi desa tetap berjalan tanpa mengorbankan ruang sosial warga, sekaligus menjaga kondusivitas di Desa Trimoharjo. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.