Transparansi harus menjadi standar, bukan pengecualian. Dan yang tak kalah penting, kesadaran moral harus dibangun dari dalam, bukan sekadar dipaksakan dari luar.
Lebaran seharusnya menjadi cermin. Bukan hanya untuk melihat wajah yang bersih secara fisik, tetapi juga hati yang jernih dari keserakahan.
Jika amplop-amplop itu masih menjadi pusat perhatian, maka mungkin yang perlu dipertanyakan bukan hanya sistem, tetapi juga diri kita sendiri.
Di tengah gema takbir yang terus berkumandang, semoga masih ada ruang untuk kejujuran tumbuh.
Karena tanpa itu, Lebaran hanya akan menjadi perayaan tanpa makna—sekadar rutinitas tahunan yang kehilangan ruhnya. **
Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad meninjau langsung kesiapan akhir Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan…
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad melakukan kunjungan dan pengecekan akhir kesiapan Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan…
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad menghadiri Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Sumsel sekaligus pelantikan PDPM Lubuk Linggau.
Lima desa di Empat Lawang diusulkan mendapat pembangunan BTS untuk memperluas akses internet dan mengurangi…
Dua qori asal Rejang Lebong, Herdiansyah dan Nofita Sari, mewakili Bengkulu pada MTQ Nasional 2026…
Festival Literasi Sumsel 2026 resmi dibuka Herman Deru. Sebanyak 4.648 buku terkumpul dalam gerakan memperkuat…