Transparansi harus menjadi standar, bukan pengecualian. Dan yang tak kalah penting, kesadaran moral harus dibangun dari dalam, bukan sekadar dipaksakan dari luar.
Lebaran seharusnya menjadi cermin. Bukan hanya untuk melihat wajah yang bersih secara fisik, tetapi juga hati yang jernih dari keserakahan.
Jika amplop-amplop itu masih menjadi pusat perhatian, maka mungkin yang perlu dipertanyakan bukan hanya sistem, tetapi juga diri kita sendiri.
Di tengah gema takbir yang terus berkumandang, semoga masih ada ruang untuk kejujuran tumbuh.
Karena tanpa itu, Lebaran hanya akan menjadi perayaan tanpa makna—sekadar rutinitas tahunan yang kehilangan ruhnya. **
BPBD Empat Lawang mencatat lima titik panas yang telah dipadamkan. Sumber kabut asap masih belum…
Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin mengajak santri menguasai teknologi, berinovasi, dan menjaga akhlak demi…
EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi bersama sejumlah pejabat utama…
Disdukcapil Empat Lawang mengimbau warga segera mengurus akta kematian agar data kependudukan akurat dan persoalan…
Pemkab Empat Lawang mempercepat penyelesaian lima dokumen Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 dan menargetkan pekerjaan fisik…
Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin menemukan kendala ribbon pencetak KTP-el dan meminta dukungan BPKAD…