Ledakan Ekonomi dari Dapur! Fakta Mengejutkan di Balik Program MBG Sumsel 2025

oleh -183 Dilihat
oleh
Rakorda MBG Sumsel 2025 memotret kolaborasi massif yang mendorong perbaikan gizi, ekonomi, dan perluasan SPPG hingga 500 unit dengan layanan 1,5 juta penerima manfaat, Senin (8/12/2025). Foto: Humas Pemprov Sumsel

Ringkasan Berita:

° Rakorda Evaluasi MBG Sumsel 2025 mengungkap dampak besar program Makan Bersama Gratis terhadap kesehatan generasi muda dan lonjakan ekonomi daerah.

° Gubernur HD memuji sinergi MBG–GSMP, sementara data BPS menunjukkan kontribusi signifikan ke industri pangan, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi.


PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Suasana hangat memenuhi ruang pertemuan Hotel Santika Premier Bandara Palembang pada Senin (8/12/2025).

Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Evaluasi Survei Monev Program MBG Tahap II menjadi panggung penting bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk memotret ulang langkah besar yang telah diambil dalam memastikan generasi muda tumbuh lebih sehat, cerdas, dan produktif.

Di hadapan para pemangku kepentingan, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menegaskan betapa bangganya ia melihat Program Makan Bersama Gratis (MBG) berkembang cepat dan berdampak luas.

Ia menyoroti bagaimana sinergi MBG dengan Program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) telah mengubah cara masyarakat memandang ketahanan pangan rumah tangga.

“GSMP memberi perubahan mindset, dan itu berkaitan erat dengan MBG. Pasokan kebutuhan rumah tangga kini lebih stabil,” ujar HD dengan nada optimistis.

Ia menambahkan bahwa indikator program menunjukkan tren membaik, terbukti dari 1,5 juta penerima manfaat yang kini sudah terlayani—angka yang terus dikejar menuju target 2,5 juta.

BACA JUGA: Puluhan Ibu-Ibu Tertipu Skema Mitra MBG: Janji Manis Hilang, Uang Rp 500 Juta Raib!

Tak hanya menyangkut gizi anak, dapur-dapur MBG juga menjadi lokomotif ekonomi baru.

Kepala BPS Provinsi Sumsel, Moh. Wahyu Yulianto, memaparkan hasil survei khusus: industri makanan-minuman tumbuh 9,6%; sektor penunjang 9,1%; perdagangan dan eceran 10,3%; penyediaan makan-minum bahkan melesat hingga 12,6%.

“Capaian ini tak cuma menyehatkan anak-anak kita, tapi jelas menggerakkan ekonomi dan menekan pengangguran,” kata Wahyu.

Efek domino pertumbuhan ini terlihat jelas.

Dengan semakin banyaknya dapur MBG beroperasi, ekonomi Sumsel tahun 2025 tercatat tumbuh 5,2%—melampaui pertumbuhan nasional 5,04% dan memperkuat predikat Sumsel sebagai provinsi dengan pengendalian inflasi terbaik.

Hingga akhir Desember 2025, dari target 808 Sentra Pengelolaan Pangan Gratis (SPPG), sebanyak 500 unit sudah aktif melayani.

BACA JUGA: Dinkes Sumsel Ingatkan Makanan MBG Wajib Dikonsumsi di Sekolah, Tak Boleh Dibawa Pulang

Ini bukan sekadar angka, tetapi gambaran bagaimana makan siang gratis dapat menjelma menjadi gerakan besar yang mengubah wajah ekonomi daerah.

Rakorda kali ini menegaskan satu pesan: dapur-dapur MBG bukan sekadar tempat memasak, melainkan mesin perubahan yang menghidupi anak-anak, memberdayakan masyarakat, dan menghidupkan roda ekonomi Sumatera Selatan. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search