Ringkasan Berita:
° Tim Medis Sumsel menjadi tim medis provinsi pertama yang tiba di Aceh Tamiang pascabanjir bandang.
° Mereka bergerak cepat, mendirikan pos kesehatan, membersihkan PHEOC, serta menyalurkan logistik dan obat-obatan kepada warga di 12 kecamatan terdampak.
ACEH TAMIANG, LINTANGPOS.com – “Sumsel Tangguh Tamiang Sembuh!” Pekik penuh semangat itu menggema di tengah suasana muram Aceh Tamiang yang baru saja digulung banjir bandang.
Sorakan itu datang dari sembilan tenaga medis pilihan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan—rombongan pertama dari luar provinsi yang menginjakkan kaki di lokasi bencana.
Keberangkatan tim ini bukan sekadar perjalanan kemanusiaan.
Ini adalah perintah langsung Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, yang mengirim tim melalui Dinas Kesehatan Sumsel untuk membantu saudara-saudara di utara yang tengah berjuang bangkit.
Tim Medis Sumsel memulai perjalanan panjang dari Palembang pada Rabu (3/12/2025). Begitu tiba di Medan pada Jumat (5/12/2025), mereka langsung berkoordinasi dengan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes.
Informasi yang diterima cukup mengejutkan: Aceh Tamiang sangat kekurangan tenaga medis.
Tanpa menunggu lebih lama, rombongan segera bergerak menuju lokasi bencana dan sampai pada Sabtu (6/12/2025).
Bersamaan dengan kedatangan tim, bantuan logistik—yang sebelumnya dilepas langsung oleh Gubernur—juga telah mencapai Aceh Tamiang. Misi kemanusiaan itu langsung bergulir.
Di hari pertama, tim segera membersihkan Gudang Farmasi yang akan difungsikan sebagai Pusat Operasi Darurat Kesehatan (PHEOC).
Tak ada waktu untuk istirahat; mereka kemudian menyisir rumah-rumah warga, menyalurkan makanan, obat-obatan, serta memastikan kebutuhan kesehatan dasar terpenuhi.
Komposisi tim pun lengkap: seorang dokter, empat perawat, satu tenaga logistik, satu admin, satu koordinator pusat krisis, dan satu kasi surveilans.
Meski jumlahnya hanya sembilan orang, gerak mereka lincah dan cepat—ibarat pasukan kecil dengan dampak besar.
BACA JUGA: Banjir Bandang Terjang Ogan Komering Ulu dan Bengkulu, Kementerian PU Turunkan Tim Tanggap Darurat
Pada hari kedua, dua pos layanan kesehatan didirikan di Pos Pengungsian Sekerat dan Bandahara.
Kehadiran posko ini sangat membantu, mengingat dari 15 puskesmas di Aceh Tamiang, 12 di antaranya terdampak banjir.
Air boleh menghanyutkan rumah dan fasilitas, tapi tidak semangat masyarakat Aceh Tamiang.
Dan kehadiran Tim Medis Sumsel menjadi bukti bahwa solidaritas antardaerah masih hidup—bahkan mengalir deras.
Hingga kini, tim terus bekerja di 12 kecamatan terdampak, mulai dari Banda Mulia hingga Tenggulun.
Di tengah lumpur dan reruntuhan, mereka membawa kembali harapan bahwa pemulihan bukan sekadar kata, tetapi tindakan nyata.
Dengan jargon yang terus dikumandangkan—“Sumsel Tangguh Tamiang Sembuh”—tim ini tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan kekuatan moral bagi warga yang tengah berjuang menghidupkan kembali keseharian mereka. (*/red)






