Categories: Gaya Hidup Muratara Sumsel Wisata

Legenda Bujang Kurap, Kisah Asal Mula Terbentuknya Danau Raya di Musi Rawas Utara

Ringkasan Berita:

° Legenda Bujang Kurap dipercaya sebagai asal mula Danau Raya di Desa Sungai Jernih, Muratara.

° Kisah ini mengajarkan untuk tidak menilai seseorang dari rupa.

° Dikisahkan, kutukan air menenggelamkan desa setelah warga menghina Bujang Kurap yang sebenarnya berhati mulia.


Muratara, LintangPos.com – Legenda Bujang Kurap menjadi kisah rakyat yang dipercaya sebagai asal mula terbentuknya Danau Raya di Desa Sungai Jernih, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Cerita ini tak hanya mengisahkan asal-usul danau, tetapi juga sarat dengan pesan moral tentang penghargaan dan empati terhadap sesama.

Konon, pada zaman dahulu hidup seorang pemuda tampan dan sakti mandraguna.

Ada yang meyakini ia keturunan Si Pahit Lidah, tokoh sakti yang terkenal dengan kutukannya, sementara versi lain menyebut ia adalah keturunan raja Minangkabau yang sedang mengembara.

Dalam perjalanannya, sang pemuda kerap membantu warga di setiap desa yang disinggahinya, mulai dari pertanian hingga melatih bela diri kuntau.

Setelah beberapa lama berkelana, ia menetap di Karang Panggung Lamo, yang kini dikenal sebagai Desa Sungai Jernih.

BACA JUGA: Bukit Siguntang, Wisata Sejarah dan Alam di Palembang yang Sarat Nilai Budaya

Di sana, ia tinggal bersama seorang perempuan tua sebatang kara yang menjadi ibu angkatnya.

Kebaikan dan ketampanannya membuat banyak warga, terutama para gadis, jatuh hati.

Namun situasi berubah ketika sang pemuda dengan kesaktiannya mengubah wujud menjadi buruk rupa dan penuh penyakit kulit—dikenal kemudian sebagai Bujang Kurap.

Warga yang dulunya memuja kini menjauh, menghina, bahkan meludahi dirinya.

Kebaikan yang selama ini diberikannya seolah hilang tanpa jejak.

Suatu hari, ketika salah satu gadis desa menikah, Bujang Kurap datang untuk memberi restu, namun kembali dihina dan diusir.

BACA JUGA: Masjid Cheng Hoo, Simbol Harmoni Tionghoa dan Islam di Palembang

Di hadapan warga, ia menantang siapa pun untuk mencabut tujuh batang lidi yang ditancapkannya ke tanah. Tak satu pun berhasil.

Page: 1 2

Redaksi

Share
Tags: asal mula danau budaya lokal cerita rakyat Sumatera Selatan Danau Raya kisah legenda Legenda Bujang Kurap Muratara Musi Rawas Utara pesan moral Sungai Jernih

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Politik
  • Sumsel

Budi Antoni Kembali ke Golkar: Rangkul Kader, Bukan Bermusuhan!

Budi Antoni Aljufri menegaskan kembali ke Golkar untuk berkarya bagi masyarakat. Ia menyebut perbedaan politik…

20 jam ago
  • Berita

Rhendy Andrea Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Empat Lawang

Rhendy Andrea terpilih aklamasi sebagai Ketua DPD II Golkar Empat Lawang periode 2026–2030 dalam Musda…

1 hari ago
  • Berita

Arifa’i Sebut Golkar Mitra Strategis Bangun Empat Lawang

Wakil Bupati Arifa’i berharap Musda Golkar Empat Lawang melahirkan kader terbaik dan memperkuat sinergi partai…

2 hari ago
  • Berita

Calon Ketua DPD Partai Golkar Empat Lawang Mengerucut ke Satu Nama

Verifikasi DPD Golkar Sumsel menemukan kekurangan kecil dalam berkas pencalonan. Dari dua pengambil berkas, hanya…

2 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Politik
  • Sumsel

David Aljufri Dorong Kaderisasi Jelang Musda Golkar Empat Lawang

David Hardianto Aljufri menekankan kaderisasi menjelang Musda Golkar Empat Lawang. Ia berharap pengurus baru memperkuat…

2 hari ago
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Cegah Karhutla, Polres Empat Lawang Gencarkan Patroli dari Rumah ke Rumah

Polres Empat Lawang menggencarkan patroli Makmano Karhutla di Talang Padang dan mengimbau warga tidak membakar…

2 hari ago