Ringkasan Berita:
° Libur Natal dan Tahun Baru di Gunung Dempo tahun ini tak sebebas biasanya.
KPH X Dempo dan BRIGADE memberlakukan pembatasan maksimal 200 pendaki di puncak menyusul cuaca ekstrem dan jalur licin.
° Keselamatan pendaki jadi prioritas utama.
PAGAR ALAM, LINTANGPOS.com – Gemerlap libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kerap identik dengan pendakian gunung untuk menyambut pergantian tahun.
Namun, suasana berbeda akan dirasakan para pendaki Gunung Dempo tahun ini.
Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) X Dempo bersama Balai Registrasi Gunung Dempo (BRIGADE) resmi memberlakukan pembatasan jumlah pendaki, termasuk pada malam puncak pergantian tahun.
Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Dalam beberapa bulan terakhir, kawasan Puncak Gunung Dempo dilanda cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi.
Kondisi tersebut membuat jalur pendakian menjadi licin dan berisiko, terutama di jalur-jalur kritis yang rawan terpeleset.
Ketua BRIGADE, Angga atau akrab disapa Icon, menegaskan bahwa keselamatan pendaki menjadi pertimbangan utama.
BACA JUGA: Wah! Kota Pagar Alam Siap Bangun Kereta Gantung di Gunung Dempo, Jadi Destinasi Kelas Dunia?
“Maksimal hanya 200 pendaki yang boleh berada di kawasan puncak. Ini demi menghindari penumpukan dan meminimalisir risiko kecelakaan,” ujarnya.






