Salah seorang warga setempat, Fadli, mengungkapkan bahwa kondisi ini memburuk sejak hujan lebat yang turun pada Jumat sore (9/1/2026).
Sebelumnya, jarak antara jurang dan badan jalan masih berkisar satu hingga dua meter dan dinilai relatif aman.
“Ini satu-satunya jalan ke rumah warga di kawasan ini. Tidak ada jalan lain. Kalau longsor memakan jalan ini, ratusan KK terisolir,” kata Fadli.
Tidak hanya jalan, sejumlah rumah warga di sekitar lokasi longsor juga terancam ambruk jika pergerakan tanah terus meluas.
Kekhawatiran warga semakin meningkat mengingat intensitas hujan di wilayah Kepahiang masih cukup tinggi.
BACA JUGA: Ketua DPRD Kepahiang Turun Langsung, Ribuan Pohon Ditanam Serentak
Sebagai langkah antisipasi, pihak kelurahan bersama unsur terkait telah memasang pagar pembatas di sekitar lokasi longsor.
Bhabinkamtibmas setempat juga menambahkan garis polisi berwarna kuning mencolok untuk memperingatkan warga dan pengguna jalan agar tidak melintas terlalu dekat dengan area rawan.
Namun, warga menilai langkah tersebut masih bersifat sementara.
Mereka berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan permanen.
“Harapan kami warga, agar pemerintah bisa membuat pelapis tebing di sini, sehingga lebih aman untuk warga,” ujar Fadli.
Hingga saat ini, warga RT 7 Pasar Sejantung masih waspada dan bersiap menghadapi kemungkinan terburuk jika longsor kembali terjadi.
BACA JUGA: Batu Ukuran Raksasa Tutup Jalur Empat Lawang–Bengkulu, Ini Faktanya!
Kecepatan penanganan menjadi faktor krusial untuk mencegah terputusnya akses dan potensi bencana yang lebih besar. (*/red)







