Namun, di tengah proses regulasi yang belum tuntas, risiko di lapangan terus mengintai.
BACA JUGA: PT Antareja Mahada Makmur Garap Tambang Batu Bara Dizamatra Powerindo di Lahat
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan kerja di sektor pertambangan, termasuk tambang rakyat, tidak boleh diabaikan.
Tanpa pengaturan yang jelas, pembinaan teknis, serta pengawasan yang memadai, aktivitas tambang berisiko terus memakan korban.
Kematian Komarudin menambah daftar panjang insiden di kawasan tambang emas Lebong.
Bagi keluarga korban, kehilangan ini tentu menjadi duka mendalam.
Sementara bagi pemerintah dan pemangku kebijakan, peristiwa ini menjadi alarm keras bahwa persoalan tambang rakyat bukan sekadar isu ekonomi, tetapi juga menyangkut keselamatan nyawa manusia. (*/red)







