Warga pun berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya Bupati Empat Lawang, agar persoalan ini tidak berlarut-larut.
Mereka meminta agar dilakukan evaluasi dan tindakan tegas terhadap oknum lurah tersebut.
BACA JUGA: Viral! Guru Ngaji Diduga Diusir Lurah Talang Betutu Saat Urus Validasi Meteran Mushola
“Kami minta bupati menegur. Kalau terus begini, masyarakat yang dirugikan,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Lurah Kelumpang Jaya, Supriadi, mengakui bahwa dirinya sedang berada di kebun.
Dalam pesan singkatnya, ia menyampaikan alasan ketidakhadirannya di kantor.
“Ngp KK,,,,di ume. Nd msuk (buntu) ktk pmli minyak,” tulisnya, yang jika diterjemahkan berarti dirinya sedang di kebun dan tidak masuk kantor karena tidak ada pembeli minyak. (*/Liz)
Page: 1 2
Film drama emosional tentang trauma, kehilangan, dan perjalanan berdamai dengan masa lalu, sekaligus pengingat bahwa…
Na Willa menghadirkan kisah masa kecil yang hangat sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih…
Oknum Kades di Musi Rawas ditangkap di Deli Serdang setelah kabur terkait dugaan pemerasan dan…
Lansia berinisial AS ditemukan meninggal di siring Desa Pagar Gunung, Kepahiang. Polisi masih menyelidiki penyebab…
Salah seorang warga, Leki, mengatakan gagal panen terjadi di sejumlah kawasan persawahan atau ladangan di…
Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…