Warga pun berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya Bupati Empat Lawang, agar persoalan ini tidak berlarut-larut.
Mereka meminta agar dilakukan evaluasi dan tindakan tegas terhadap oknum lurah tersebut.
BACA JUGA: Viral! Guru Ngaji Diduga Diusir Lurah Talang Betutu Saat Urus Validasi Meteran Mushola
“Kami minta bupati menegur. Kalau terus begini, masyarakat yang dirugikan,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Lurah Kelumpang Jaya, Supriadi, mengakui bahwa dirinya sedang berada di kebun.
Dalam pesan singkatnya, ia menyampaikan alasan ketidakhadirannya di kantor.
“Ngp KK,,,,di ume. Nd msuk (buntu) ktk pmli minyak,” tulisnya, yang jika diterjemahkan berarti dirinya sedang di kebun dan tidak masuk kantor karena tidak ada pembeli minyak. (*/Liz)
Page: 1 2
Ketua DMI Empat Lawang Dodi Irawan menegaskan masjid harus menjadi pusat peradaban, pendidikan dan pemberdayaan…
Ketua DMI Sumsel menegaskan DMI Empat Lawang harus menyatu dengan pemerintah dan aktif menguatkan agenda…
Kepengurusan baru DMI Empat Lawang resmi dilantik. Bupati Joncik berharap organisasi kembali aktif dan mampu…
Artikel ilmiah Deah Monica mengulas implementasi kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap permukiman di sekitar…
Kebakaran lahan terjadi di Tebing Alay, Empat Lawang. BPBD mengerahkan enam personel untuk memadamkan api…
Delapan pekerja proyek Sekolah Rakyat Empat Lawang dipulangkan setelah mengadukan upah. Pihak Waskita membantah ada…