Categories: Artikel Headline Muara Enim Sumsel

Malam Maut di Tanjung Agung, Banjir Bandang Telan 150 Nyawa

Ringkasan Berita:

° Tragedi banjir bandang Desa Tanjung Agung, Muara Enim tahun 1982 menjadi salah satu bencana paling kelam di Sumatera Selatan.

° Datang tengah malam, banjir merenggut 150 nyawa, meratakan ratusan rumah, dan meninggalkan luka mendalam yang masih dikenang warga hingga kini.


MUARA ENIM, LINTANGPOS.com – Desa Tanjung Agung, sebuah perkampungan yang terletak di tepi Jalan Lintas Tengah Sumatera, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, tampak seperti desa pada umumnya.

Tenang, ramah, dan menjadi saksi lalu-lalang kendaraan antarprovinsi.

Namun empat dekade silam, desa ini pernah menorehkan sejarah kelam yang hingga kini tak pernah benar-benar pudar dari ingatan warganya.

Tahun 1982 menjadi titik balik yang menyakitkan.

Pada suatu malam yang gelap dan sunyi, tanpa hujan panjang yang mencurigakan, banjir bandang tiba-tiba menerjang Desa Tanjung Agung.

Air datang dari arah perbukitan dengan kekuatan luar biasa.

BACA JUGA: Solidaritas Tanpa Batas! Dari Empat Lawang Mengalir 1,7 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di Tiga Provinsi

Penduduk yang sedang terlelap tak sempat menyelamatkan diri. Jerit, tangis, dan suara runtuhan rumah menyatu dengan derasnya arus yang mengubah desa menjadi lautan kematian.

“Air datang seperti tembok hitam. Dalam hitungan menit, rumah-rumah hilang,” tutur salah seorang warga lanjut usia yang masih menyimpan ingatan pahit itu.

150 Nyawa Melayang, Banyak Tak Pernah Ditemukan

Berdasarkan catatan resmi Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Muara Enim, banjir bandang tersebut menewaskan 150 orang.

Angka itu bukan sekadar statistik—di baliknya ada keluarga yang terpisah, anak kehilangan orang tua, dan kerabat yang hingga hari ini tak pernah menemukan jasad orang tercinta.

Sebagian korban terseret arus dan lenyap tanpa jejak. Hingga kini, beberapa di antaranya tak pernah berhasil ditemukan.

BACA JUGA: Dari Bencana hingga Prestasi, Sumsel Melangkah Penuh Dinamika

Selain korban jiwa, bencana ini juga meratakan ratusan rumah. Dalam satu malam, ratusan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal, harta benda, dan arah hidup.

Page: 1 2

Lintang Pos

Share
Tags: banjir bandang bencana alam bencana besar desa Tanjung Agung Korban jiwa Muara Enim musibah banjir sejarah Sumatera Selatan Tanjung Agung tragedi 1982

Recent Posts

  • Empat Lawang
  • Sumsel

Empat Agenda Pemkab Empat Lawang Selasa 22 September, Ada Kunjungan Gubernur Hingga Pelantikan Pejabat!

Empat agenda Pemkab Empat Lawang pada Selasa 22 September 2026 meliputi pembangunan jembatan, persiapan Satgas…

3 jam ago
  • Headline
  • OKI
  • Sumsel

ASN OKI Tewas Ditikam Istri, Motif Masih Didalami

ASN berinisial A tewas setelah diduga diserang istrinya di Kayuagung, OKI. Polisi mengamankan DLA dan…

5 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Politik
  • Sumsel

DPRD Empat Lawang Soroti Efisiensi dan Prioritas Anggaran

Fraksi DPRD Empat Lawang menyetujui Raperda Perubahan APBD 2026, namun menyoroti efisiensi, pelayanan dasar, prioritas…

10 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Pemerintahan
  • Sumsel

Perubahan APBD Empat Lawang 2026 Defisit Rp267 Miliar

Bupati Joncik Muhammad menyampaikan Raperda Perubahan APBD 2026 dengan pendapatan Rp1,058 triliun, belanja Rp1,325 triliun…

14 jam ago
  • Empat Lawang
  • Politik
  • Sumsel

Ada Pembahasan Perubahan APBD 2026, Simak Agenda Pemkab Empat Lawang Berikut!

DPRD Empat Lawang dijadwalkan membahas Raperda Perubahan APBD 2026 melalui penyampaian eksekutif dan pandangan umum…

1 hari ago
  • Berita
  • Nasional

Sumsel Jadi Ikon Kriya Nusa 2026, 17 Daerah Bawa Kriya Unggulan

Sumsel menjadi ikon Kriya Nusa 2026 dengan membawa perajin dari 17 kabupaten dan kota serta…

2 hari ago