Ia meniti karier sebagai jaksa di beberapa daerah, lalu berpuncak ketika dipercaya menjabat Ketua KPK pada akhir 2007.
Di masa jabatannya sebagai Ketua KPK, Antasari dikenal sebagai figur yang tegas dalam pemberantasan korupsi—meskipun kemudian kariernya sempat tersandung kasus hukum serius.
Kasus hukum dan grasi
Pada tahun 2009 Antasari tersangkut dugaan pembunuhan atas nama Nasrudin Zulkarnaen dan kemudian divonis penjara.
Setelah menjalani masa hukuman, ia memperoleh grasi dari Joko Widodo (Jokowi) pada 2017.
BACA JUGA: Ketua Bawaslu Sumatera Selatan Kurniawan Azhari, Tutup Usia
Pasca-keluarnya dari tahanan, Antasari lebih memilih menyepi dari sorotan publik, menghabiskan waktu bersama keluarga dan sesekali tampil di forum hukum/etika publik.
Reaksi dan refleksi
Kabar kepergian Antasari menarik perhatian publik bukan hanya karena jabatan puncaknya di KPK, tapi juga karena dinamika kariernya yang penuh kontradiksi: dari pengusung pemberantasan korupsi ke sosok yang dibayangi kasus hukum.








