Masjid Az Zahro, Warisan Iman di Jalur Lintas Sumatera

oleh -22 Dilihat
oleh
Pengguntingan pita dalam acara peresmian Masjid Az Zahro di Empat Lawang. Masjid berdiri di jalur strategis Lintas Sumatera, menjadi warisan iman, pusat ibadah, dan penggerak ekonomi umat, Senin (16/2/2026). Foto: */lintangpos.com

EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Di tengah padatnya arus kendaraan di Jalan Lintas Sumatera, berdiri megah sebuah masjid yang tak hanya menawarkan tempat sujud, tetapi juga ruang teduh bagi siapa saja yang melintas.

Masjid itu bernama Masjid Az Zahro, terletak di Talang Banyu, Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi.

Senin (16/2/2026), masjid ini resmi diresmikan oleh pemiliknya, Saiful Zahri, anggota DPRD Kabupaten Empat Lawang.

Bagi Saiful, berdirinya Masjid Az Zahro bukan sekadar proyek pembangunan fisik.

Ini adalah panggilan batin, sebuah amanah yang berakar dari niat tulus sang ibu, Hj Rohana, sejak 2020–2021.

Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, Saiful mengisahkan bahwa masjid ini sejatinya adalah hajat ibundanya.

BACA JUGA: Air Mancur Masjid Agung Palembang Siap Jadi Ikon Malam Hari

Sebagai anak, ia hanya menjadi perantara untuk mewujudkan niat mulia tersebut.

“Sebenarnya ini adalah hajat dari ibu saya. Kami sebagai anak, insyaallah hanya memperantarainya,” ucap Saiful, didampingi sang istri Tri Karsila dan ibunya, Hj Rohana.

Kalimat sederhana itu menyiratkan ketundukan seorang anak pada amanah orang tua, sekaligus kepasrahan pada kehendak Allah SWT.

Masjid Az Zahro dibangun di lokasi yang sangat strategis.

Tepat di pinggir jalur utama Lintas Sumatera, masjid ini diharapkan menjadi oase bagi para pengguna jalan yang membutuhkan tempat singgah, menunaikan salat, atau sekadar beristirahat sejenak.

Tak hanya itu, keberadaannya juga menyasar pegawai pemerintah daerah serta masyarakat sekitar yang beraktivitas di kawasan tersebut.

BACA JUGA: Kurma Berbuah di Masjid Agung Kepahiang, Warga Takjub

Namun, visi Masjid Az Zahro melampaui fungsi ritual semata.

Penandatangan prasasti Masjid oleh Ibu Rohana, Senin (16/2/2026). Foto: */lintangpos.com

Saiful menegaskan bahwa masjid ini akan dikembangkan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.

Di samping area masjid, telah disiapkan sentra ekonomi berupa rumah makan, kantin, serta sarana istirahat bagi musafir.

Konsep ini menjadikan masjid sebagai simpul kehidupan—tempat ibadah yang berdampingan dengan denyut ekonomi masyarakat.

“Selain tempat ibadah, Masjid Az Zahro akan kita kembangkan sebagai pusat perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Nama “Az Zahro” sendiri memiliki kisah yang menyentuh.

BACA JUGA: Masjid Darussalam Disiapkan Jadi Ikon Baru Musi Rawas

Ide tersebut pertama kali muncul dari sang istri, Tri Karsila.

Secara kebetulan—atau mungkin petunjuk Ilahi—nama itu memiliki keterkaitan erat dengan ayah Saiful, almarhum Zahri.

Dari sanalah lahir makna mendalam: masjid ini diwakafkan atas nama kedua orang tuanya, Zahri dan Hj Rohana, sebagai amal jariyah yang diharapkan terus mengalir pahalanya.

Masjid ini terbuka untuk semua kalangan.

Mulai dari jamaah harian, ibu-ibu pengajian, remaja masjid, hingga organisasi kemasyarakatan Islam.

Bahkan para pengguna jalan raya dipersilakan menjadikan Masjid Az Zahro sebagai tempat singgah yang aman dan nyaman.

BACA JUGA: Pria Dibacok Anak Marbot di Masjid Palembang, Berawal dari Tuduhan Curi Kotak Amal!

Apresiasi pun datang dari Sekretaris Daerah Kabupaten Empat Lawang, H Fauzan Khoiri Denin.

Ia menilai kehadiran Masjid Az Zahro sebagai jawaban atas kebutuhan masjid strategis di jalur Lintas Sumatera.

Dengan area parkir luas, halaman lapang, serta fasilitas wudhu yang bersih, masjid ini dinilai ideal bagi musafir dan masyarakat.

Menurut Fauzan, sepanjang jalur dari Talang Banyu hingga Talang Gunung Tebing Tinggi, belum banyak masjid yang benar-benar representatif di pinggir jalan utama.

Kehadiran Masjid Az Zahro, katanya, melengkapi kebutuhan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Fauzan juga mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk membangun Masjid Madani, yang saat ini masih dalam tahap persiapan lokasi dan perencanaan.

BACA JUGA: Masjid Cheng Hoo, Simbol Harmoni Tionghoa dan Islam di Palembang

Ia pun menitipkan amanat kepada pengurus Masjid Az Zahro agar menjaga kepercayaan, memakmurkan masjid dengan aktivitas ibadah, serta mengembangkan potensi ekonomi dan menjaga keamanan lingkungan sekitar.

Masjid Az Zahro kini bukan hanya bangunan indah di pinggir jalan.

Ia adalah simbol bakti seorang anak, ketulusan orang tua, dan harapan akan masjid yang hidup—menghidupkan iman, menggerakkan ekonomi, dan menyatukan umat di Empat Lawang. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.