Mencekam! Tiga Ular Hijau Bersarang di Plafon Rumah Warga Musi Rawas

oleh -26 Dilihat
oleh
Damkar Musi Rawas evakuasi dua ular hijau bersarang di plafon rumah warga STL Ulu Terawas. Proses evakuasi dramatis dan penuh tantangan. (*/IST)

Ringkasan Berita:

Petugas Damkar Musi Rawas mengevakuasi dua ekor ular hijau yang bersarang di plafon rumah warga Desa Sumber Karya, STL Ulu Terawas. Evakuasi berlangsung hampir dua jam karena posisi ular sulit dijangkau. Warga diimbau waspada, terutama saat musim hujan.


MUSI RAWAS, LINTANGPOS.com – Suasana malam yang semula tenang mendadak berubah mencekam bagi Afif Prasetyo, warga Dusun 5 Desa Sumber Karya, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas. Pasalnya, ia mendapati keberadaan ular hijau yang bersarang di atap rumah atau tepatnya di bagian plafon kediamannya.

Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh pemilik rumah yang merasa curiga dengan suara dan pergerakan tidak wajar dari arah plafon. Setelah memastikan adanya hewan melata tersebut, Afif segera melaporkan temuan itu kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Musi Rawas melalui Pos Damkar Sumber Harta.

Petugas Damkar Sumber Harta, Billy Dwi Nugroho, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan, laporan dari warga diterima pada Jumat malam, 30 Januari 2026, sekitar pukul 20.00 WIB.

“Begitu laporan masuk, sekitar pukul 20.15 WIB kami langsung bergerak menuju lokasi,” ujar Billy saat dikonfirmasi, Sabtu (31/1/2026).

Perjalanan menuju lokasi tidak memakan waktu lama. Sekitar pukul 20.45 WIB, petugas Damkar tiba di rumah warga yang dilaporkan. Setibanya di lokasi, tim langsung mempersiapkan peralatan evakuasi dan melakukan penyisiran untuk memastikan posisi ular.

Hasil pencarian menunjukkan bahwa ular tersebut berada di bagian atap rumah, tepat di sela-sela kayu rangka dan genteng. Kondisi ini membuat proses evakuasi tidak bisa dilakukan dengan mudah.

BACA JUGA: Aksi Mainkan Kobra di Pasar, Pria Kepahiang Tewas Tragis Dipatok Ular

“Karena posisinya cukup tinggi, tiga petugas harus memanjat dinding. Satu orang bertugas mengevakuasi ular, satu memegang karung, dan satu lagi menerangi dengan senter,” jelas Billy.

Namun, tantangan tidak berhenti sampai di situ. Ular yang berada di celah sempit antara kayu dan genteng membuat petugas sempat mengalami kesulitan. Proses evakuasi pun berlangsung cukup lama.

“Evakuasi berjalan hampir dua jam karena ularnya berada di posisi yang sulit dijangkau,” ungkapnya.

Dari hasil pengamatan di lokasi, petugas mendapati fakta mengejutkan. Ternyata, ular hijau yang bersarang di plafon rumah tersebut bukan hanya satu atau dua ekor.

“Totalnya ada tiga ekor. Namun, yang berhasil kami evakuasi hanya dua ekor. Satu ekor lainnya melarikan diri ke bagian dalam plafon,” kata Billy.

Tak hanya itu, petugas juga menemukan banyak sisik ular di bagian plafon rumah warga. Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa plafon rumah Afif telah lama dijadikan sarang oleh reptil tersebut.

BACA JUGA: HP Lipat dan Modular 2026 Siap Guncang Pasar! iPhone Fold, Galaxy Z, dan Fairphone Bikin Smartphone Lama Terlihat Kuno

“Kami menemukan sisik ular cukup banyak. Besar kemungkinan ular-ular itu memang sudah bersarang di sana,” tambahnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan potensi bahaya dari hewan liar, khususnya ular, yang kerap masuk ke pemukiman warga saat musim hujan. Kondisi lingkungan yang lembap dan habitat yang terganggu sering kali membuat ular mencari tempat berlindung di rumah-rumah penduduk.

Billy pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak mencoba menangani ular secara mandiri.

“Belakangan ini laporan cukup banyak. Kami mengimbau warga untuk berhati-hati. Jika menemukan ular di rumah, segera laporkan ke petugas Damkar terdekat agar bisa ditangani dengan aman,” pungkasnya.

Kejadian ini sekaligus menunjukkan peran penting petugas pemadam kebakaran yang tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga siap membantu masyarakat dalam situasi darurat lainnya, termasuk evakuasi hewan berbahaya. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.