Categories: Ekonomi Nasional Pemerintahan

Mendagri Tito Ungkap Biang Kerok Kebocoran Anggaran Daerah

Jakarta, LintangPos.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kembali mengingatkan soal masalah klasik dalam pengelolaan keuangan daerah.

Ia menyebut faktor utama kebocoran dan inefisiensi belanja anggaran terletak pada mentalitas eksekutif daerah, intervensi legislatif, hingga praktik markup oleh rekanan pengadaan.

“Banyak yang saya tahu bocor. Pengaruhnya macam-macam, mentalitas eksekutifnya, ada intervensi dari DPRD, dan rekanannya mengambil markup besar. Akhirnya, yang sampai ke masyarakat justru berkurang,” ujar Tito, Jumat (19/9/2025).

Fenomena tersebut, lanjutnya, terbukti dari maraknya kasus korupsi yang menyeret pejabat daerah.

“Makanya banyak yang ketangkep, mulai dari DPRD, kepala daerah, staf, hingga rekanan. Semua masuk penjara,” tambahnya.

Tito meminta kepala daerah melakukan introspeksi serta memperketat pengelolaan anggaran agar belanja publik lebih efisien.

BACA JUGA: Bupati Joncik Perjuangkan Dana Transfer Daerah, Lindungi Nasib PPPK

“Daerah harus introspeksi. Banyak belanja yang pemborosan, tidak efektif, dan itu artinya bocor,” tegasnya.

Masalah kebocoran ini juga menjadi alasan pemerintah pusat memangkas transfer ke daerah (TKD) dalam RAPBN 2026.

Alokasi TKD tahun depan hanya Rp650 triliun atau turun 24,8% dibanding outlook 2025 sebesar Rp864,1 triliun.

Salah satu program yang dialihkan ke pusat adalah makanan bergizi gratis (MBG).

Tito menilai langkah ini penting untuk memutus rantai kebocoran sekaligus memastikan manfaat program lebih tepat sasaran.

“Makanya porsi TKD menurun dan programnya ditarik ke pusat,” pungkasnya. (*/red)

Redaksi

Share
Tags: anggaran daerah inefisiensi belanja intervensi legislatif kasus korupsi pejabat daerah kebocoran anggaran markup rekanan Mendagri Tito pemangkasan TKD RAPBN 2026 penyebab kebocoran anggaran daerah program makanan bergizi gratis pusat RAPBN 2026 transfer ke daerah

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Parlemen
  • Sumsel

Pemkab dan DPRD Empat Lawang Sepakati Perubahan APBD 2026

Pemkab dan DPRD Empat Lawang menyepakati Perubahan APBD 2026 dengan pendapatan Rp1,137 triliun dan belanja…

38 menit ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Parlemen
  • Sumsel

Banggar Pangkas Belanja Rp67 Miliar di APBD Perubahan

Banggar DPRD Empat Lawang memangkas belanja Rp67,29 miliar dalam APBD Perubahan 2026 setelah proyeksi dana…

2 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Politik
  • Sumsel

Dokumen Belum Rampung, Paripurna DPRD Empat Lawang Diskor

Rapat Paripurna DPRD Empat Lawang diskor karena dokumen laporan Banggar dan Pansus belum rampung. Sidang…

4 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Headline
  • Sumsel

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penusukan di Sungai Musi

Polres Empat Lawang mengungkap kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian di Desa Canggu. Terduga pelaku JS…

4 jam ago
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Makmano Karhutla Digencarkan, Polisi Datangi Warga

Polres Empat Lawang memperkuat pencegahan Karhutla melalui Makmano Karhutla dengan menyambangi warga dan mengedukasi larangan…

7 jam ago
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Pekarangan Warga Canggu Didorong Jadi Sumber Pangan

Polsek Talang Padang mendorong warga Desa Canggu memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif untuk memperkuat…

8 jam ago