Inspirasi muncul ketika Bobby melihat seorang jaksa berseragam lengkap di ruang tunggu Kementerian Pertanian.
Dari situlah niat menyamar sebagai jaksa mulai tumbuh.
Pada Mei 2025, ia memesan seragam jaksa lengkap dengan atribut resmi, seperti bordir lambang Kejaksaan RI, pin, serta name tag intelijen.
Tak tanggung-tanggung, atribut tersebut dibeli secara langsung di Bandar Lampung dan sebagian melalui marketplace daring dengan total biaya sekitar Rp1 juta.
Penampilan “meyakinkan” itu menjadi senjata utama dalam melancarkan aksinya. Pada Juni 2025, Bobby mengaku sebagai jaksa saat bertemu Abdullah di Hotel Princess Palembang.
BACA JUGA: Tuntutan Jaksa Dinilai Rapuh, Terdakwa Korupsi Berpeluang Bebas
Dari pertemuan itu, ia dikenalkan kepada Edwin Firdaus dan Nasrul. Bahkan, Bobby langsung menerima dana perjalanan sebesar Rp4 juta dari Nasrul.
Ancaman Halus yang Menjerat Korban
Bersama Edwin Firdaus, Bobby semakin berani mengembangkan cerita.
Keduanya mengklaim memiliki akses luas ke Kejaksaan Agung, Kejati Sumatera Selatan, hingga Kejari OKI.
Mereka menawarkan bantuan “penyelesaian kasus” serta peluang jabatan dengan imbalan uang.
Salah satu korban, Muhammad Refly, pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI, mengaku kerap ditekan dengan kalimat bernada ancaman.
BACA JUGA: Lulusan SMA Bisa Jadi PNS! Cek Syarat dan Tahapan Seleksi CPNS Kejaksaan
“Permasalahan ini bisa digoreng dan makin bahaya,” ujar terdakwa untuk menakut-nakuti korban.
Agar ancaman tersebut tampak nyata, Bobby bahkan mendatangi kantor Kejati Sumsel dan Kejari OKI dengan mengenakan seragam jaksa lengkap, seolah-olah ia merupakan jaksa intelijen yang tengah menjalankan tugas negara.
Aksi itu membuat para korban semakin yakin dan tak berdaya.
Kerugian dan Penangkapan
Dari rangkaian aksi tersebut, total uang yang berhasil dikantongi para terdakwa mencapai Rp21,5 juta.
Rinciannya, Rp4 juta dari Nasrul, Rp7 juta dari Deddy Paslah, dan Rp10,5 juta dari Muhammad Refly.
BACA JUGA: Sidang Suap Pokir OKU Memanas, Jaksa KPK Sindir ‘Pemeran Utama’ yang Masih Misterius!
Tak hanya uang tunai, korban juga diminta membelikan baju gamis yang disebut-sebut akan diberikan kepada pejabat kejaksaan.







