Ia membeberkan aliran dana miliaran rupiah dari PT Perentjana Djaja yang disalurkan melalui staf PT Waskita Karya.
BACA JUGA: Eksepsi Mental! Hakim Tolak Dalil Mantan Dirjen Kemenhub di Kasus Korupsi LRT Sumsel Rp74 Miliar
Sekitar April, Septiawan mengaku dihubungi staf Waskita bernama Agus, yang menyerahkan kunci unit apartemen berisi uang.
Dana itu, kata Septiawan, diberikan dalam dua tahap.
Tahap pertama sekitar Rp3,6 miliar, disusul tahap kedua sebesar Rp5,2 miliar lebih.
Seluruhnya disimpan di apartemen, dengan kunci sebagai “alamat” uang.
Rangkaian kesaksian ini sejatinya mengulang fakta yang sebelumnya telah terungkap dalam perkara terpidana Bambang Hariyadi Wikanta, eks Direktur Utama PT Perentjana Djaja.
Dalam perkara tersebut, terungkap adanya pemberian fee Rp25,6 miliar terkait proyek fasilitas operasional yang tidak dapat dikerjakan.
Saksi bernama Hari mengungkap, pengembalian anggaran dilakukan lima kali di dua apartemen berbeda di Jakarta, atas perintah langsung pimpinan PT Perentjana Djaja bersama almarhum Jamhuri.
Dari apartemen MT Haryono hingga Kalibata Residence Tower Rafles, kunci apartemen kembali menjadi simbol transaksi.
Pola “kunci apartemen” yang berulang ini kini menjadi benang merah penting bagi JPU.
Persidangan tak lagi sekadar menguji kesaksian, tetapi juga membuka gambaran utuh tentang skema penyimpanan dan penyaluran dana yang diduga merugikan keuangan negara.
Di ruang sidang PN Palembang, koper uang dan kunci apartemen menjelma bukti bisu—mengantar publik pada satu kesimpulan sementara: skandal LRT Sumsel bukan hanya soal proyek gagal, melainkan juga tentang jejak uang yang disembunyikan rapi, kini perlahan dibuka ke terang. (*/red)
Page: 1 2
Polres Empat Lawang menggencarkan Makmano Karhutla dengan menyambangi petani dan mengingatkan warga agar tidak membuka…
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Empat Lawang, Suparno, memberikan tanggapan terkait dugaan perundungan
Siswa Sekolah Rakyat Empat Lawang diduga menjadi korban perundungan hingga cedera tangan dan harus dipulangkan…
People pleaser kerap mengutamakan kebahagiaan orang lain hingga lupa mengenali dan memenuhi kebutuhan dirinya sendiri.
Indah SJ mengingatkan pentingnya mengenali kapasitas dan batas diri saat membantu orang lain agar tidak…
Polsek Talang Padang menggencarkan patroli Karhutla dan mengajak warga tidak membakar lahan demi menjaga lingkungan…