“Saya hanya mau pinjam uang Rp100 ribu untuk beli beras. Tapi korban malah bilang, ‘gadaikan saja anak gadismu’ di depan orang banyak. Saya malu dan sakit hati,” ujar Mahrani dengan wajah tertunduk.
Perkataan itu, lanjutnya, membuatnya menaruh dendam mendalam kepada korban.
Ia kemudian mengambil senjata api rakitan hasil curian, dan menembak korban di keesokan harinya.
“Saya menyesal. Saya siap mempertanggungjawabkan perbuatan saya. Saya mohon maaf kepada keluarga korban,” tambahnya.
Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kabur
BACA JUGA: Inflasi Sumsel September 2025 Capai 0,27 Persen, Cabai Merah Jadi Penyumbang Utama
Usai melakukan aksinya, pelaku sempat melarikan diri. Namun beberapa jam kemudian, sekitar pukul 13.30 WIB, aparat Polsek Cengal berhasil meringkusnya berkat bantuan Kepala Desa Sungai Jeruju.
“Motifnya murni karena tersinggung setelah gagal meminjam uang Rp100 ribu kepada korban,” kata Kapolsek Cengal Iptu Agus Masyudhi.
Barang bukti berupa sepucuk senpi rakitan replika revolver berhasil diamankan polisi. Saat ini, tersangka ditahan di Mapolres OKI untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Bupati OKI Turut Hadiri Rilis Kasus
Kasus yang menyita perhatian publik ini bahkan menarik perhatian Bupati OKI H Muchendi Mahzareki, yang turut hadir dalam rilis pengungkapan kasus di Mapolres OKI.








