Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah desa juga menetapkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi 9 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Sementara itu, program ketahanan pangan akan difokuskan pada penanaman tanaman obat keluarga (toga) serta berbagai jenis sayuran.
Kepala Desa Bandung Baru, Muson, dalam sambutannya menegaskan bahwa meskipun anggaran desa tahun ini mengalami keterbatasan, pemerintah desa tetap berkomitmen memaksimalkan penggunaan anggaran secara efektif.
“Walau dana kita tahun ini kecil, kita tetap memprioritaskan anggaran seefektif mungkin mulai dari pembangunan desa, BLT, pendidikan, insentif dan lain-lain sesuai anggaran yang ada di tahun 2026. Mudah-mudahan dapat terlaksana tanpa halangan dan rintangan,” ujar Muson.
Sementara itu, Kepala Dinas BPMD Kabupaten Kepahiang, Zaili Husin, SE, mengingatkan pemerintah desa agar terbuka kepada masyarakat terkait kondisi anggaran yang mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Gotong Royong Warga Pajar Bakti Bikin Jalan Desa Jadi Kinclong!
Ia juga meminta BPD Desa Bandung Baru yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal serta menjadi mitra pemerintah desa dalam mendukung pembangunan.
“Anggaran sekarang menurun drastis dari tahun sebelumnya. Hal ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. BPD juga harus menjalankan fungsi pengawasan dan menjadi mitra kepala desa dalam pembangunan,” tutup Zaili. (*/drl)






