Jembatan gantung lapuk di Bangun Rejo akhirnya diperbaiki secara gotong royong oleh Polres Musi Rawas dan warga demi keselamatan dan kelancaran akses warga. (*/IST)
° Jembatan gantung di Dusun IV Bangun Rejo, Mura, rusak parah dan membahayakan warga serta pelajar.
° Menindaklanjuti keluhan, Polres Musi Rawas bersama warga bergotong royong memperbaiki jembatan sepanjang 25 meter demi keamanan dan lancarnya aktivitas masyarakat.
PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Di tengah hamparan persawahan dan aliran sungai kecil yang membelah Dusun IV Desa Bangun Rejo, Kecamatan Sukakarya, sebuah jembatan gantung menjadi nadi kehidupan warga selama puluhan tahun.
Namun beberapa bulan terakhir, nadi itu melemah. Lantai kayunya mulai lapuk, beberapa papan menganga, dan setiap langkah yang melintas meninggalkan gemeretak yang membuat bulu kuduk berdiri.
Bagi warga, terutama para pelajar SMP Negeri Bangun Rejo yang harus menempuh perjalanan tiga kilometer dari pemukiman, jembatan ini ibarat satu-satunya pintu menuju masa depan.
Tapi kondisi jembatan yang kian memprihatinkan membuat orang tua diliputi kecemasan setiap kali anak mereka melintas.
“Kami benar-benar khawatir. Kayu-kayunya sudah banyak yang rapuh,” cerita seorang warga yang sudah lama berharap ada perbaikan.
Keluhan itu akhirnya sampai ke telinga aparat. Polres Musi Rawas melalui Sat Binmas, Sat Samapta, dan Polsek Jayaloka bergerak cepat.
BACA JUGA: Jembatan Utama di Gandus Ambles Usai Hujan Deras, Ratu Dewa Gerak Cepat!
Dipimpin Kasat Binmas AKP Amirudin Iskandar bersama Kapolsek Jayaloka dan personel lainnya, mereka turun langsung ke lokasi pada Kamis (11/12/2025).
Pemerintah desa serta warga sekitar pun turut serta, menciptakan suasana gotong royong yang hangat sejak pagi.
AKP Amirudin tak menutupi kondisi jembatan sebelumnya sangat membahayakan.
“Kayu-kayunya sudah lapuk dimakan usia dan rawan dilalui. Atas perintah Kapolres, kami bergerak cepat demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Jembatan gantung sepanjang sekitar 25 meter itu memang bukan sekadar struktur penghubung dua sisi sungai—ia adalah denyut mobilitas warga Bangun Rejo dan Desa Sukowarno.
Karena itu, perbaikan menjadi kabar melegakan bagi banyak orang tua murid.
BACA JUGA: Detik Mencekam di Jembatan Ampera! Remaja Hampir Terjun, Polisi Berpacu Selamatkan Nyawa
“Dengan perbaikan ini, anak-anak bisa kembali berangkat sekolah tanpa rasa khawatir,” tambah Amirudin.
Page: 1 2
Aksi sejumlah pelajar mengendarai motor secara ugal-ugalan hingga dugaan balap liar meresahkan warga Tebing Tinggi,…
Martha Boru Napitupulu menjelaskan alasan pernikahan semarga menjadi pantangan dalam adat Batak.
Pemprov Sumsel mempercepat digitalisasi bansos setelah 4,3 juta KPM baru masuk penerima berdasarkan pemutakhiran data…
Herman Deru meninjau posko Karhutla Kertapati dan meminta layanan kesehatan diperkuat 24 jam bagi masyarakat…
Disdikbud Empat Lawang mengimbau seluruh sekolah menggunakan masker menyusul kondisi udara yang terdampak asap karhutla.
Aroma asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)…