OB SPPG di Palembang Bunuh Rekan Kerja, Akhirnya Menyerahkan Diri

oleh -551 Dilihat
oleh
Kasus pembunuhan rekan kerja di Palembang terungkap. Pelaku menyerahkan diri ke polisi setelah diliputi rasa bersalah dan tak tenang, Selasa (27/1/2026) malam. Foto: istimewa

Usai menyerahkan diri, Andi langsung diserahkan ke Satreskrim Polres Muara Enim untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, mengingat lokasi kejadian berada di wilayah hukum Muara Enim.

Dalam pengakuannya kepada polisi, Andi mengatakan bahwa sejak kejadian itu ia tidak pernah merasa tenang.

Rasa bersalah terus menghantuinya, membuatnya sulit beraktivitas seperti biasa.

BACA JUGA: Dari Duka ke Maut, Pria Tewas Dibunuh Tetangga Sendiri

“Tidak tenang rasanya. Sudah tahu risikonya, Pak. Saya tanggung sendiri,” ucap Andi dengan nada menyesal.

Andi kemudian menceritakan secara rinci kronologi kejadian yang terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026.

Saat itu, ia berniat pergi ke Desa Gaung Asam untuk mengembalikan terpal yang dipinjam dari kerabatnya.

Sehari sebelumnya, korban sempat mengajak Andi jalan-jalan, namun ditolak karena sudah memiliki rencana sendiri.

Ketika hendak berangkat dari SPPG, korban disebut memaksa ikut.

Karena tidak ingin terjadi keributan, Andi akhirnya mengalah dan membonceng korban menggunakan sepeda motor milik korban.

BACA JUGA: Kasus Pria di Muba Tewas di Tandon Terungkap, Motif Perampokan?

Namun di tengah perjalanan, situasi berubah.

Andi mengaku merasa sangat terganggu karena korban terus memegang dan menggerayanginya di atas sepeda motor.

Emosi Andi pun memuncak. Ia menghentikan laju kendaraan, lalu menjegal kaki korban hingga terjatuh.

Tidak berhenti di situ, Andi juga menekan dada korban.

Saat korban melakukan perlawanan, pelaku mengaku panik dan semakin gelap mata.

Ia kemudian menjerat leher korban menggunakan jilbab yang dikenakan Wulandari hingga korban tak lagi bergerak.

BACA JUGA: Pelajar 14 Tahun Tewas Terlindas Bus di Depan Sekolah

“Saya lilit pakai jilbab. Tahu kalau dia mati karena ada darah dan lidahnya menjulur keluar,” tutur Andi kepada penyidik.

Setelah memastikan korban tidak bernyawa, Andi menyeret dan meninggalkan jasad korban di semak-semak dekat bekas kebun nanas.

Ia lalu membawa sepeda motor korban hingga ke wilayah Lembak.

Di sana, motor tersebut ditinggalkan dan kuncinya dibuang untuk menghilangkan jejak.

Beberapa ratus meter berjalan kaki, Andi kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke Palembang dengan menaiki kendaraan travel.

Sejak saat itu, ia hidup dalam bayang-bayang ketakutan dan penyesalan, hingga akhirnya memutuskan menyerahkan diri.

BACA JUGA: Ditangkap Polisi, Terduga Bandar Narkoba Tewas di Rumah Sakit

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa konflik personal yang tidak dikelola dengan baik dapat berujung pada tragedi.

Aparat kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk segera melapor atau mencari bantuan jika mengalami tekanan atau gangguan yang berpotensi memicu tindakan kekerasan. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.