Ojol Palembang Dibegal Siang Hari, Motor Raib di Jalan Malaka

oleh -60 Dilihat
oleh
Pengemudi ojek online di Palembang menjadi korban begal bersenjata tajam di siang hari. Pelaku berpura-pura meminta bantuan sebelum merampas motor korban, Selasa (27/1/2026). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

Aksi begal kembali terjadi di Palembang. Seorang pengemudi ojek online, Idris Mufakkar (28), kehilangan sepeda motornya setelah diancam pisau oleh pelaku yang berpura-pura meminta bantuan. Peristiwa ini terjadi siang hari di Jalan Malaka II dan telah dilaporkan ke Polrestabes Palembang.


PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Aksi kejahatan jalanan kembali menghantui warga Kota Palembang.

Kali ini, seorang pengemudi ojek online harus merelakan sepeda motornya dibawa kabur pelaku begal setelah diancam menggunakan senjata tajam di tengah jalan.

Peristiwa tersebut menambah daftar panjang kasus pencurian dengan kekerasan yang meresahkan masyarakat, khususnya para pekerja transportasi daring.

Korban diketahui bernama Idris Mufakkar (28), warga Jalan Musi VI, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.

Dengan raut wajah lelah dan masih terlihat trauma, Idris mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang didampingi kedua orang tuanya pada Selasa (27/1/2026).

Kedatangannya bertujuan untuk melaporkan kejadian pahit yang dialaminya sehari sebelumnya.

BACA JUGA: Ojol di Palembang Ditusuk Orang Tak Dikenal Gara-gara Saling Tatap di Jalan

Dalam keterangannya kepada petugas kepolisian, Idris menuturkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Lokasi kejadian berada di Jalan Malaka II, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Palembang, sebuah kawasan yang pada siang hari terbilang cukup ramai dilalui kendaraan.

Saat itu, Idris mengaku tengah melintas di sekitar lokasi kejadian. Ia tidak sedang menerima pesanan ojek online, sehingga berniat sekadar melanjutkan perjalanan.

Namun, situasi berubah ketika tiba-tiba seorang pria tak dikenal menghentikannya secara paksa di pinggir jalan.

Pelaku kemudian berpura-pura meminta bantuan. Dengan nada meyakinkan, pria tersebut meminta Idris untuk mengantarkannya ke suatu tempat.

Tanpa firasat buruk, Idris menuruti permintaan itu.

BACA JUGA: Jalan Utama Desa di Empat Lawang Rusak Parah, Warga Sindir: Lewat Sini Bayi Bisa Brojol!

Baginya, membantu orang lain adalah hal yang biasa dilakukan, terlebih sebagai pengemudi ojek online yang sehari-hari berinteraksi dengan banyak orang asing.

“Awalnya pelaku terlihat biasa saja, tidak mencurigakan. Dia minta tolong diantarkan,” ungkap Idris kepada petugas, sebagaimana tertuang dalam laporan kepolisian.

Namun, ketenangan tersebut tidak berlangsung lama. Di tengah perjalanan, suasana mendadak berubah mencekam.

Pelaku secara tiba-tiba mengeluarkan sebilah pisau dan mengarahkannya ke bagian perut korban.

Ancaman itu disertai tekanan agar Idris tidak melawan dan menuruti semua permintaannya.

Dalam kondisi panik dan ketakutan, Idris tak berani melakukan perlawanan.

BACA JUGA: Ojol Palembang Tebar Mawar di Markas Korem 044/Gapo

Pelaku kemudian memaksa korban berhenti, mengambil alih sepeda motor, lalu melarikan diri meninggalkan Idris di lokasi kejadian.

Beruntung, korban tidak mengalami luka fisik, meski trauma akibat ancaman senjata tajam masih membekas.

Kasus ini kembali membuka mata publik bahwa aksi begal di Palembang masih menjadi ancaman nyata, bahkan terjadi di siang hari.

Tidak hanya malam atau lokasi sepi, pelaku kejahatan kini semakin berani menjalankan aksinya di waktu dan tempat yang tak terduga.

Setelah kejadian, Idris segera pulang dan menceritakan peristiwa tersebut kepada keluarganya.

Merasa tidak terima dan berharap pelaku segera ditangkap, pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk melapor ke polisi.

BACA JUGA: Antar Teman Berujung Ditusuk! Drama Cemburu Berdarah di Patok Besi Lubuklinggau

Laporan resmi pun telah diterima oleh SPKT Polrestabes Palembang untuk ditindaklanjuti.

Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri kemungkinan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya pengemudi ojek online, untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal di jalan.

Kasus yang menimpa Idris menjadi pengingat keras bahwa solidaritas dan niat baik di jalanan kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.

Di tengah tuntutan mencari nafkah, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama.

Warga pun berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap kasus ini dan menghadirkan rasa aman di Kota Palembang. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.