Hingga kini, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua orang tersebut.
“Identitas lengkap pelaku belum bisa kami sampaikan karena masih dalam pemeriksaan. Nanti setelah rampung, akan kami informasikan,” kata Kapolres.
Kasus ini menjadi sorotan warga setempat karena memperlihatkan modus baru penyalahgunaan nama lembaga masyarakat untuk memeras aparat desa dengan dalih pengawasan korupsi. (*/red)





