Categories: Kasus Sumsel

Ombudsman Temukan Maladministrasi Program Makan Bergizi Gratis, Sumsel Jadi Sorotan

Jakarta, LintangPos.com – Ombudsman Republik Indonesia mengungkap adanya empat potensi maladministrasi dalam penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Temuan itu mencakup penundaan berlarut, diskriminasi, ketidakkompetenan, hingga penyimpangan prosedur.

Hasil kajian cepat (Rapid Assessment) tersebut disampaikan oleh Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, pada Selasa, 30 September 2025 di Kantor Ombudsman RI, Jakarta Selatan.

Namun, bagaimana dengan pelaksanaan program MBG di Sumatera Selatan?

Investigasi di Sumsel

Tingginya laporan dan temuan di lapangan membuat Ombudsman Perwakilan Sumsel memutuskan melakukan Investigasi Atas Prakarsa Sendiri (IAPS).

BACA JUGA: Dinkes Sumsel Ingatkan Makanan MBG Wajib Dikonsumsi di Sekolah, Tak Boleh Dibawa Pulang

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Selatan, Adrian Agustiansyah, menegaskan langkah ini dilakukan karena banyak kejadian yang memicu dugaan maladministrasi.

“Khusus di Sumsel kami lakukan IAPS, karena makin banyak kasus yang terjadi, terutama dalam satu bulan terakhir. Bahkan sebelumnya pada Mei lalu sudah ada temuan di PALI,” ujar Adrian saat dikutip dari KORANLINGGAUPOS.ID, Sabtu 4 Oktober 2025.

Menurut Adrian, tim Ombudsman telah turun langsung ke sejumlah daerah, seperti PALI, Palembang, Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Lubuk Linggau, hingga Prabumulih.

Temuan di Lapangan

Dalam investigasi tersebut, Ombudsman menemukan sejumlah persoalan serius:

  • Di OKI, makanan tiba di sekolah pukul 07.15 WIB, namun baru disantap siswa pukul 09.30 WIB. Selama menunggu, makanan hanya diletakkan di depan kantor sekolah tanpa pengawasan ketat. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kontaminasi.
  • Di OI, ditemukan makanan basi.
  • Di Lubuk Linggau, tim mendapati makanan yang terkontaminasi ulat buah.
  • Di OKI, juga pernah ditemukan kasus makanan berulat belatung.
  • Di PALI, Ombudsman telah memeriksa sejumlah keterangan terkait kasus serupa.

BACA JUGA: Program Makan Bergizi Gratis di Empat Lawang Baru Sentuh 2 Kecamatan

Meski begitu, ada juga praktik positif. Di Prabumulih, dapur MBG dibangun sesuai standar BGN dengan fasilitas khusus, tidak hanya memanfaatkan ruko atau rumah.

Page: 1 2

Redaksi

Share
Tags: distribusi makanan bermasalah di sekolah Sumsel distribusi makanan sekolah investigasi Ombudsman investigasi Ombudsman atas maladministrasi MBG kasus makanan basi program MBG Makan Bergizi Gratis maladministrasi Ombudsman RI Ombudsman Sumsel program MBG Sumsel temuan Ombudsman program MBG di Sumsel

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Pendidikan
  • Sumsel

Bupati Joncik Optimistis MPLS Berjalan Lancar

Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad meninjau langsung kesiapan akhir Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan…

3 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Pendidikan
  • Sumsel

Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad Lakukan Pengecekan Akhir Sekolah Rakyat Jelang MPLS

Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad melakukan kunjungan dan pengecekan akhir kesiapan Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan…

6 jam ago
  • Berita
  • Lubuk Linggau
  • Pemerintahan
  • Sumsel

Joncik Hadiri Rapimwil Pemuda Muhammadiyah di Lubuk Linggau

Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad menghadiri Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Sumsel sekaligus pelantikan PDPM Lubuk Linggau.

11 jam ago
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Lima Desa Empat Lawang Diusulkan Dapat BTS

Lima desa di Empat Lawang diusulkan mendapat pembangunan BTS untuk memperluas akses internet dan mengurangi…

11 jam ago
  • Bengkulu
  • Rejang Lebong

Dua Qori Rejang Lebong Bawa Nama Bengkulu ke MTQ Nasional

Dua qori asal Rejang Lebong, Herdiansyah dan Nofita Sari, mewakili Bengkulu pada MTQ Nasional 2026…

13 jam ago
  • Berita
  • Pendidikan
  • Sumsel

Festival Literasi Sumsel 2026 Kumpulkan Donasi 4.648 Buku

Festival Literasi Sumsel 2026 resmi dibuka Herman Deru. Sebanyak 4.648 buku terkumpul dalam gerakan memperkuat…

14 jam ago