Open House dan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Empat Lawang Resmi Dibuka, Pendidikan Jadi Jalan Putus Rantai Kemiskinan

oleh -47 Dilihat
Open House dan Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Empat Lawang Tahun Ajaran 2026/2027 resmi digelar, Senin (7/9/2026). Foto: doc/LINTANGPOS.com

Joncik menegaskan Sekolah Rakyat bukan sekolah biasa. Seluruh fasilitas pendidikan, mulai dari asrama, pakaian, sepatu, perlengkapan belajar hingga kebutuhan siswa, telah disiapkan.

Ia berharap para peserta didik dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan belajar sungguh-sungguh.

BACA JUGA: Cek Sekolah Rakyat, Bupati Empat Lawang Pastikan MPLS Siap!

Dalam kesempatan itu, Joncik juga membagikan perjalanan hidupnya sebagai anak buruh tani yang tumbuh dalam keterbatasan.

Ia pernah berjalan kaki berjam-jam untuk pergi ke sekolah, namun tetap memiliki keyakinan bahwa pendidikan mampu mengubah kehidupan.

“Saya ingin anak-anak di sini jauh lebih hebat dari kami. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, karena pendidikan bisa mengubah nasib,” pesannya.

Bupati juga meminta para guru, pengasuh asrama dan seluruh tenaga pendidikan menjadikan tugas mereka sebagai bentuk pengabdian dan ibadah.

BACA JUGA: Lima Taruna Akmil Bina Mental Siswa Sekolah Rakyat Empat Lawang

Di akhir sambutannya, Bupati Joncik secara resmi membuka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Empat Lawang.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, MPLS Sekolah Rakyat Kabupaten Empat Lawang secara resmi saya buka,” ucapnya.

MPLS Jadi Awal Perjalanan Peserta Didik

Sementara itu, Kepala Sekolah Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Empat Lawang, Suparno, mengatakan MPLS bukan sekadar kegiatan mengenal lingkungan sekolah.

BACA JUGA: Sekda Empat Lawang Pantau MPLS, Tekankan Sekolah Aman dan Berkarakter

Menurutnya, MPLS merupakan awal perjalanan bagi peserta didik untuk belajar, membangun karakter, menemukan potensi diri dan menyiapkan masa depan.

“Hari ini bukan hanya hari pertama anak-anak mengenal sekolah. Ini adalah awal perjalanan untuk belajar, bertumbuh dan menyiapkan masa depan,” ujar Suparno.

Ia menjelaskan, peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

Sebagian di antaranya pernah mengalami putus sekolah, membantu ekonomi keluarga, tinggal di panti asuhan hingga kehilangan orang tua.

BACA JUGA: Sekda Fauzan Ultimatum Pelaku Tangkap Ikan dengan Setrum

Karena itu, Sekolah Rakyat hadir sebagai bentuk kepedulian negara untuk memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik.

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.