Palembang Tiadakan Pesta Tahun Baru 2026, Ini Alasannya!

oleh -181 Dilihat
Pemkot Palembang meniadakan perayaan Tahun Baru 2026 sebagai wujud solidaritas untuk korban banjir di Sumatera. Warga diajak refleksi dan doa bersama. (*/Ils)

Ringkasan Berita:

° Pemerintah Kota Palembang resmi meniadakan perayaan malam Tahun Baru 2026.

° Kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak banjir.

° Warga diimbau mengisi malam pergantian tahun dengan doa dan kegiatan positif.


PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Pemerintah Kota Palembang mengambil langkah berbeda menyambut pergantian Tahun Baru 2026.

Alih-alih menggelar pesta meriah seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemkot memilih meniadakan seluruh perayaan malam tahun baru sebagai bentuk solidaritas terhadap warga di sejumlah daerah Sumatera yang tengah dilanda bencana banjir.

Kebijakan tersebut disampaikan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Palembang, Isnaini Madani.

Ia menegaskan keputusan itu merupakan arahan langsung dari Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Wakil Wali Kota Prima Salam.

Menurut Isnaini, malam pergantian tahun seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai euforia dan hiburan semata.

Di tengah musibah yang menimpa saudara-saudara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Pemkot menilai perlu adanya kepekaan sosial dan empati bersama.

BACA JUGA: Sirine Zaman Belanda Bangun Lagi! Palembang Hidupkan Alarm Kota di Malam Tahun Baru

“Malam pergantian tahun seharusnya dimaknai sebagai momentum refleksi dan kepedulian, bukan sekadar perayaan hura-hura. Pemkot berharap warga Palembang dapat mengisi pergantian tahun dengan kegiatan positif, doa bersama, serta memperkuat solidaritas sosial,” kata Isnaini.

Selain meniadakan perayaan, Pemkot Palembang juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar pesta berlebihan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Imbauan ini sekaligus menjadi langkah preventif guna menjaga kondusivitas kota dan meminimalisasi potensi gangguan keamanan di malam tahun baru.

Isnaini berharap warga Palembang dapat menahan diri dan tidak larut dalam euforia pergantian tahun.

Ia menekankan bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial justru menjadi nilai yang lebih bermakna di tengah situasi bencana.

Sebagai perbandingan, pada malam pergantian Tahun Baru 2025 lalu, Pemkot Palembang menggelar perayaan besar berupa Drone Show LED Vision dan hiburan musik yang dipusatkan di Benteng Kuto Besak (BKB).

BACA JUGA: Detik-Detik Jelang Tahun Baru, UMP Sumsel 2026 Masih Misterius! Buruh Desak Kenaikan, Pemerintah Tunggu Regulasi

Sebanyak 150 drone berbasis AI menghiasi langit Palembang, menampilkan berbagai ikon kota seperti Jembatan Ampera, Tugu Iwak Belido, hingga lafaz Allah dan Nabi Muhammad.

Namun tahun ini, gemerlap lampu dan dentuman musik digantikan dengan ajakan refleksi, doa, dan solidaritas—sebuah pesan sunyi dari Palembang untuk Sumatera. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.