“Keesokan harinya, pelaku mengajak korban pulang bersama. Mereka berboncengan dengan teman masing-masing. Di tengah jalan, korban disuruh berhenti. Saat itulah rekaman video perundungan terjadi, ketika motor korban ditendang oleh rekan pelaku,” ungkap Zaziki.
Kasus perundungan yang terekam video ini sempat membuat geger masyarakat Muratara.
Pihak sekolah, pemerintah daerah, dan kepolisian kini tengah berkoordinasi untuk menangani kasus ini secara hukum sekaligus memperhatikan sisi perlindungan anak baik bagi korban maupun pelaku. (*/red)







