Ringkasan Berita:
° Tahapan pelunasan haji 2026 resmi berjalan di Sumatera Selatan.
° Namun, hingga awal Desember, jemaah asal Empat Lawang belum ada yang melunasi biaya haji.
° Berbeda dengan Kabupaten Lahat yang puluhan jemaahnya sudah menyelesaikan tahap pertama.
PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Tahapan panjang menuju Tanah Suci mulai terasa denyutnya.
Di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatera Selatan, para jemaah calon haji (JCH) kini memasuki fase pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) Tahap I dan pemeriksaan kesehatan sebagai syarat keberangkatan haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Pelunasan haji reguler resmi dibuka sejak 24 November hingga 23 Desember 2025.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan ritme yang tak selalu sama antar daerah.
Di Kabupaten Empat Lawang, misalnya, tercatat sebanyak 64 calon jemaah haji yang masuk kuota keberangkatan 2026.
Hingga 9 Desember 2025, belum satu pun jemaah melakukan pelunasan.
Bukan tanpa sebab, kendala utama terletak pada tahapan istitha’ah kesehatan.
“Kita sudah ada 15 orang yang keluar surat istitha’ah kesehatannya dari Dinas Kesehatan. Mereka sudah bisa mulai pelunasan ke bank hari ini. Sisanya masih menunggu,” ujar Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Empat Lawang, H Sirojudin.
Ia juga mengimbau para calon jemaah agar menjaga kondisi fisik dan memperbanyak amalan sebagai persiapan lahir dan batin menuju ibadah haji.
Berbeda suasana tampak di Kabupaten Lahat.
Proses pelunasan BIPIH Tahap I berjalan lebih progresif.
Hingga Selasa, 10 Desember 2025 pukul 15.00 WIB, sebanyak 56 jemaah telah menyelesaikan pelunasan dari total kuota 204 orang.
BACA JUGA: Aset Negara Dialihkan! Kemenag Serahkan BMN Haji ke Kementerian Haji dan Umrah, Ini Alasannya!
“Kini proses pelunasan tahap I sedang berjalan sesuai jadwal,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lahat, Ujang Jamhari.
Meski demikian, sebagian besar jemaah masih menunggu tahapan berikutnya. Dari data yang ada, 101 orang dinyatakan istitha’ah, sementara 148 lainnya belum memenuhi syarat kesehatan.
Untuk memastikan proses berjalan sesuai aturan, tim supervisi dari Kanwil Kementerian Agama turut melakukan pengawasan ketat.
Mulai dari registrasi hingga penilaian tahapan, semua dipastikan sesuai prosedur yang ditetapkan.
Perbedaan capaian antar daerah ini menunjukkan bahwa kesiapan kesehatan menjadi faktor kunci dalam proses pelunasan haji.
Satu hal yang pasti, waktu terus berjalan, dan bagi calon jemaah, kesiapan fisik, administrasi, dan spiritual kini menjadi satu paket tak terpisahkan dalam perjalanan menuju Baitullah. (*/red)





