Pemain Angklung Keliling Diduga Tenggelam di Sungai Musi

oleh -1358 Dilihat
oleh
Pria diduga pemain angklung keliling tenggelam di Sungai Musi, Empat Lawang. Tim BPBD masih melakukan pencarian dan identitas korban belum diketahui, Sabtu (24/1/2026). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

° Seorang pria yang diduga pemain angklung keliling dilaporkan tenggelam di Sungai Musi, Empat Lawang, Sabtu pagi.

° Korban diduga terseret arus saat mandi di sungai dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.


EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Suasana tenang di tepian Sungai Musi, wilayah Kelurahan Pasar, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, mendadak berubah mencekam pada Sabtu pagi (24/01/2026).

Seorang pria yang diduga berprofesi sebagai pemain angklung keliling dilaporkan tenggelam setelah terseret arus sungai yang cukup deras.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 10.15 WIB. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, korban saat itu diduga sedang mandi di tepian Sungai Musi bersama beberapa rekannya.

Aktivitas mandi di sungai tersebut disebut kerap dilakukan oleh warga maupun pendatang, terutama saat cuaca sedang panas dan air sungai tampak tenang di permukaan.

Namun, kondisi Sungai Musi yang tampak jinak sering kali menyimpan arus bawah yang kuat dan berbahaya.

Diduga, korban yang tidak bisa berenang kehilangan keseimbangan saat berada di dalam air, kemudian terseret arus hingga akhirnya tenggelam.

BACA JUGA: Hujan Semalaman, 7 Desa di OKU Timur Tenggelam

Sejumlah warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian mengaku sempat mendengar teriakan minta tolong beberapa saat sebelum korban menghilang di dalam sungai.

Teriakan tersebut sontak membuat warga berhamburan ke tepi sungai, namun derasnya arus membuat upaya pertolongan tidak dapat dilakukan secara langsung.

“Awalnya kami dengar teriakan, tapi arusnya memang sedang kuat. Orang-orang di situ tidak berani turun karena takut ikut terseret,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Rekan korban yang berada di lokasi kejadian juga disebut tidak mampu memberikan pertolongan.

Selain kondisi arus sungai yang cukup berbahaya, keterbatasan kemampuan berenang diduga menjadi faktor utama tidak maksimalnya upaya penyelamatan saat kejadian berlangsung.

No More Posts Available.

No more pages to load.