“Kampung internet ini akan kita lihat kelayakannya, baik dari sisi infrastruktur maupun potensi ekonomi desanya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Diskominfo Empat Lawang juga menyampaikan persoalan blank spot, yakni wilayah yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi.
Pihaknya berkomitmen melakukan pendataan menyeluruh dan menyusun usulan resmi kepada Komdigi RI.
BACA JUGA: Empat Lawang Percepat Digitalisasi, Surat Tak Perlu Antar Pintu ke Pintu Lagi
“Blank spot akan kita data, lalu kita ajukan ke Komdigi untuk ditindaklanjuti dan dikaji,” kata Budi.
Ia berharap sinergi pemerintah daerah dan pusat mampu mengatasi keterbatasan jaringan secara bertahap sehingga pemerataan layanan komunikasi di Empat Lawang semakin optimal.
“Audiensi ini diharapkan menjadi awal percepatan transformasi digital di Empat Lawang, baik dalam layanan publik, penguatan ekonomi desa, maupun pemerataan akses informasi,” pungkasnya. (*/red)
Page: 1 2
Kepengurusan baru DMI Empat Lawang resmi dilantik. Bupati Joncik berharap organisasi kembali aktif dan mampu…
Artikel ilmiah Deah Monica mengulas implementasi kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap permukiman di sekitar…
Kebakaran lahan terjadi di Tebing Alay, Empat Lawang. BPBD mengerahkan enam personel untuk memadamkan api…
Delapan pekerja proyek Sekolah Rakyat Empat Lawang dipulangkan setelah mengadukan upah. Pihak Waskita membantah ada…
Petani mengeluhkan irigasi rusak yang membuat air tak sampai ke hilir selama bertahun-tahun dan meminta…
Proyek Sekolah Rakyat Empat Lawang senilai sekitar Rp300 miliar disorot setelah sejumlah pekerja mengeluhkan pembayaran…