Pemkab Empat Lawang Percepat Digitalisasi Desa dan Layanan 112

oleh -45 Dilihat
oleh
Audiensi Pemkab Empat Lawang dan Komdigi RI membahas penguatan layanan darurat 112, kampung internet desa, pengembangan UMKM, serta pemerataan akses digital wilayah, Selasa (13/1/2026). Foto: Kominfo Empat Lawang

Ringkasan Berita:

° Pemkab Empat Lawang melalui Diskominfo melakukan audiensi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital RI.

° Kegiatan ini guna memperkuat layanan darurat 112, mengembangkan kampung internet, memperluas akses digital desa, serta mengatasi wilayah blank spot demi percepatan transformasi digital daerah.


EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang terus mengakselerasi transformasi digital demi memperkuat layanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Langkah nyata itu ditunjukkan melalui audiensi yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Empat Lawang bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia.

Plt Kepala Dinas Kominfo Empat Lawang, Budi Sumitro, menyebutkan bahwa audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem layanan publik berbasis teknologi sekaligus mendorong pemerataan akses internet hingga ke pelosok desa.

“Salah satu fokus utama yang dibahas adalah Program Layanan Darurat 112 yang dirancang memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan penting hanya melalui satu nomor,” ujar Budi, kemarin.

Program 112 akan mengintegrasikan berbagai instansi lintas sektor seperti ambulans, pemadam kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga layanan darurat lainnya dalam satu sistem terpadu.

“Dengan satu nomor, masyarakat tidak perlu lagi menghafal banyak kontak layanan. Ini akan sangat membantu, terutama dalam kondisi darurat,” jelasnya.

BACA JUGA: Tak Lagi Numpang! Kantor Baru Diskominfo Empat Lawang Siap Difungsikan 2026

Tak hanya itu, audiensi tersebut juga menyoroti pengembangan Program Kampung Internet.

Program ini ditujukan bagi desa-desa yang memiliki potensi ekonomi, baik dari sektor UMKM maupun kelompok tani.

Menurut Budi, ketersediaan internet di desa akan membuka peluang besar bagi petani dan pelaku UMKM dalam mengakses informasi pasar, memasarkan produk, serta memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas.

“Kampung internet ini akan kita lihat kelayakannya, baik dari sisi infrastruktur maupun potensi ekonomi desanya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Diskominfo Empat Lawang juga menyampaikan persoalan blank spot, yakni wilayah yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi.

Pihaknya berkomitmen melakukan pendataan menyeluruh dan menyusun usulan resmi kepada Komdigi RI.

BACA JUGA: Empat Lawang Percepat Digitalisasi, Surat Tak Perlu Antar Pintu ke Pintu Lagi

“Blank spot akan kita data, lalu kita ajukan ke Komdigi untuk ditindaklanjuti dan dikaji,” kata Budi.

Ia berharap sinergi pemerintah daerah dan pusat mampu mengatasi keterbatasan jaringan secara bertahap sehingga pemerataan layanan komunikasi di Empat Lawang semakin optimal.

“Audiensi ini diharapkan menjadi awal percepatan transformasi digital di Empat Lawang, baik dalam layanan publik, penguatan ekonomi desa, maupun pemerataan akses informasi,” pungkasnya. (*/red)