Pendapatan Sumsel Masih Tertinggal, Tapi Belanja Ngebut! Herman Deru Bongkar Strategi Kejar Target 2026

oleh -246 Dilihat
oleh
Pendapatan APBD Sumsel tertinggal dari nasional, namun belanja daerah melampaui rata-rata. Pemprov fokus kejar target dan prioritaskan infrastruktur 2026. (*/IST)

Ringkasan Berita:

° Realisasi pendapatan APBD Sumsel masih di bawah rata-rata nasional.

° Namun belanja daerah justru melampaui capaian nasional.

° Gubernur Herman Deru memastikan Sumsel tetap di zona hijau dan fokus mengejar target dengan prioritas infrastruktur 2026.


PALEMBANG, LINTANGPOS.com Di tengah dinamika fiskal nasional, kinerja keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan dua wajah yang kontras.

Di satu sisi, realisasi pendapatan masih tertinggal dari rata-rata nasional. Namun di sisi lain, belanja daerah justru melaju kencang, melampaui performa nasional.

Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri, rata-rata realisasi pendapatan APBD provinsi se-Indonesia telah mencapai 89 persen.

Sementara Sumatera Selatan baru berada di angka 86,18 persen. Meski demikian, Gubernur Sumsel Herman Deru memastikan kondisi tersebut masih dalam kategori zona hijau.

“Alhamdulillah sampai kemarin kita masih pada zona hijau,” ujar Deru saat dikonfirmasi usai mengikuti Rakor Evaluasi Realisasi APBD TA 2025, Kamis (25/12/2025).

Menariknya, pada sektor belanja, Sumsel justru mencatat kinerja yang lebih agresif.

BACA JUGA: Bongkar Modus Belanja Fiktif PALI, Eks Pejabat Divonis 3,5 Tahun Penjara, Uang Negara Raib Miliaran!

Jika rata-rata nasional baru menyentuh 76,80 persen, realisasi belanja Sumsel telah mencapai 79,85 persen — melampaui rata-rata nasional dan mencerminkan percepatan program pembangunan di daerah.

Dalam rakor tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan kembali arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh daerah mendorong belanja hingga mencapai 100 persen, mengingat belanja pemerintah merupakan motor utama penggerak ekonomi nasional.

Tito juga memaparkan postur APBN 2025 yang mencapai Rp 3.621,3 triliun, dengan alokasi Rp 919,9 triliun untuk transfer ke daerah dan dana desa, serta Rp 2.701,4 triliun untuk belanja kementerian dan lembaga.

Tak hanya itu, Kemendagri juga menyiapkan insentif dan penghargaan bagi 200 pemda berprestasi.

Tahun 2026, pagu anggaran Kemendagri ditetapkan sebesar Rp 7,8 triliun, dengan Rp 1 triliun dialokasikan khusus sebagai insentif daerah.

Menatap 2026, Herman Deru menegaskan bahwa Sumsel tetap menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama, meskipun menghadapi tantangan efisiensi anggaran dan penurunan dana Transfer ke Daerah (TKD).

BACA JUGA: Resmi! UMK dan UMSK Palembang 2026 Naik 7,05 Persen — Daya Beli Dipacu, Pengusaha Diminta Siap Beradaptasi

“Skala prioritas kita untuk 2026 nanti tetap infrastruktur,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa belanja pegawai tetap menjadi prioritas dan dalam kondisi aman untuk tahun anggaran mendatang, menjaga stabilitas pelayanan publik dan roda pemerintahan.

Kombinasi belanja yang agresif, fokus pembangunan, serta dorongan optimalisasi pendapatan menjadi strategi utama Sumsel agar tetap kompetitif di tengah tekanan fiskal nasional. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.