Dalam RAPBN 2026, Sumsel hanya mendapat Dana Transfer Umum (DTU) Rp16,65 triliun, atau tepatnya Rp16.654.883.658.000.
Jumlah itu di luar alokasi DAK fisik dan non-fisik serta insentif fiskal.
Sebagai perbandingan, tahun 2025, Sumsel menerima total TKD Rp33,6 triliun.
BACA JUGA: Gaji ASN Naik? Ini Kata Menkeu Purbaya
Bahkan jika DAK dan insentif fiskal dikeluarkan, DTU tahun 2025 masih lebih besar daripada proyeksi tahun depan. Pada 2025, DBH Sumsel mencapai Rp11,12 triliun dan DAU sekitar Rp14 triliun, sehingga totalnya sudah mendekati Rp25 triliun.
Artinya, ada penurunan signifikan hampir separuh dari yang sebelumnya diterima.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan kemampuan Sumsel dalam menjaga stabilitas fiskal dan menjalankan berbagai program pembangunan.
Adapun distribusi DTU Rp16,65 triliun tersebut dibagi ke Pemerintah Provinsi dan 17 kabupaten/kota di Sumsel:
BACA JUGA: Mantan Kades di Muratara Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa, Rugikan Negara Rp744 Juta
Secara keseluruhan, Sumsel memperoleh DBH Rp3,654 triliun dan DAU Rp13 triliun.
Penurunan alokasi ini memunculkan keresahan di kalangan pemerintah daerah.
Beberapa kepala daerah menilai bahwa kondisi ini berpotensi mengganggu keberlangsungan pembangunan, terutama pada sektor layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
“Kami khawatir dengan kondisi ini. Anggaran yang ada jelas tidak cukup untuk membiayai kebutuhan daerah yang terus meningkat,” ujar seorang kepala daerah di Sumsel yang enggan disebutkan namanya.
Kebakaran lahan terjadi di Tebing Alay, Empat Lawang. BPBD mengerahkan enam personel untuk memadamkan api…
Delapan pekerja proyek Sekolah Rakyat Empat Lawang dipulangkan setelah mengadukan upah. Pihak Waskita membantah ada…
Petani mengeluhkan irigasi rusak yang membuat air tak sampai ke hilir selama bertahun-tahun dan meminta…
Proyek Sekolah Rakyat Empat Lawang senilai sekitar Rp300 miliar disorot setelah sejumlah pekerja mengeluhkan pembayaran…
Bupati Empat Lawang mengecek Sekolah Rakyat dan memastikan persiapan MPLS 7 September 2026 mencapai 90…
Kajari Empat Lawang Yuli Andri menjelaskan perbedaan Hari Lahir Kejaksaan 2 September dan Hari Bhakti…